Selasa (5/6) mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Universitas Sanata Dharma angkatan 24 melakukan kunjungan ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Sejumlah 67 mahasiswa yang didampingi dosen mengunjungi B2P2TO-OT dalam rangka wisata ilmiah untuk mendukung proses perkuliahan terkait tanaman obat dan obat tradisional.
Menurut Prof. C.J. Soegiharjo, M. Si., Apt. selaku dosen mata kuliah Herbal Medicine, kunjungan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi mahasiswa mengenai penggunaan tanaman obat dan obat tradisional khususnya bagi mahasiswa PSPA minat Rumah Sakit, dan meningkatkan kompetensi mengenai teknologi dan tata cara pembuatan dan pengolahan tanaman obat khususnya bagi mahasiswa PSPA minat Industri. "Jadi ini namanya mahasiswa belajar sekaligus berwisata, supaya tidak bosan belajar di kelas terus," imbuh Pak Gih sambil tertawa.
B2P2TO-OT merupakan pusat penelitian obat tradisional di bawah naungan Balitbang Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dengan tugas pokok melaksanakan penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional. B2P2TO-OT sendiri memiliki beberapa laboratorium yang digunakan untuk penyimpanan tanaman dan simplisia, proses pengolahan simplisia hingga pengembangan senyawa obat baru untuk terapi berbagai penyakit.
Begitu datang, mahasiswa diajak ke ruang "Sinema Fitomedika", di mana mahasiswa memperoleh perkenalan dan penjelasan mengenai B2P2TO-OT dan perkembangannya, termasuk beragam spesies tanaman obat yang dikembangkan. Kemudian mahasiswa dibagi ke dalam 3 kelompok yang masing-masing secara bergantian diajak mengunjungi laboratorium yang ada di Gedung B2P2TO-OT, Etalase Tanaman Obat dan Klinik Saintifikasi Jamu "Hortus Medicus".
Setelah 2 jam kunjungan di B2P2TO-OT, mahasiswa diberi waktu untuk mengunjungi Grojogan Sewu, salah satu tempat wisata yang berada di Tawangmangu. "Kunjungan ini asik sekali, kita belajar tapi juga bersenang-senang. Belajar ke lapangan seperti ini lebih efektif," kata Prisma Andini, salah satu mahasiswa PSPA angkatan 24. Terus maju Fakultas Farmasi USD, teruslah berkarya melayani masyarakat dengan humanis. (MP)




