Pada tanggal 19 dan 21 Mei 2012, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) USD mengadakan Seminar dan Workshop Permainan Tradisional bertemakan "Pembelajaran Inovatif Ala Indonesia". Narasumber dalam seminar yaitu Wahyudi Anggoro Hadi, Koordinator Komunitas Pojok Budaya Dusun Pandes Bantul.
Kegiatan seminar ini dilaksanakan di Ruang Koendjono, Gedung Pusat Kampus II USD. Narasumber yang akrab dipanggil Mas Yudi menyampaikan materi tentang "Memainkan Permainan Tradisi, Mengembangkan Kecerdasan Majemuk Anak". Dalam materi dijelaskan bagaimana permainan tradisional secara perlahan mulai hilang dari budaya masyarakat Indonesia. Dahulu, anak-anak Indonesia gemar memainkan permainan tradisional, tetapi sekarang mereka lebih tertarik dengan games-games yang berasal dari luar negeri. Dalam seminar disebutkan pula bahwa sifat permainan tradisional (wicoro, wirogo, wiromo, dan wiroso) dapat mempertajam multiple intellegences anak. Permainan tradisional ini mempunyai fungsi yang sangat baik yaitu fungsi rekreatif, edukatif, dan reflektif. Pada seminar tersebut dipraktekkan pula beberapa permainan tradisional yang dapat digunakan dalam pembelajaran di SD seperti kubuk bak buk dan boi boinan.
Seminar kemudian dilanjutkan dengan workshop Permainan Tradisional yang diadakan pada tanggal 21 Mei 2012 di Ruang Xaverius PGSD, Kampus I USD. Uniknya, workshop tersebut menghadirkan simbah-simbah sebagai narasumber yaitu mbah Rejo, mbah Karto, mbah Mo, dan mbah Karjiyem. Mas Yudi dan simbah-simbah sebagai narasumber workshop berasal dari komunitas masyarakat Desa Pandes. Komunitas ini merupakan komunitas yang menaruh perhatian pada kelangsungan budaya Jawa khususnya pada permainan dan dolanan anak yang saat ini sudah mulai terabaikan. Simbah-simbah memberikan ilmunya kepada mahasiswa PGSD USD tentang cara membuat beberapa dolanan anak antara lain, othok-othok, kitiran, dan wayang kertas. Ada pula kegiatan bermain beberapa permainan tradisional yang diberikan oleh mas Yudi. Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti workshop tersebut. Mereka selalu mengikuti instruksi dari narasumber dalam pembuatan dolanan anak maupun permainan tradisional.
Kegiatan kemudian ditindaklanjuti dengan lomba antar kelas di mana mahasiswa ditantang untuk membuat Rancangan Pembelajaran Inovatif berbasis dolanan maupun permainan tradisional. Kumpulan rancangan pembelajaran tersebut akan dicetak menjadi sebuah buku yang menjadi referensi bagi para guru SD untk melakukan inovasi pembelajaran di kelas.
Seluruh rangkaian kegiatan bertema "Pembelajaran Inovatif Ala Indonesia" ini tentunya sangat bermanfaat, karena dapat memberikan inovasi dalam pembelajaran SD dan sekaligus ikut serta melestarikan permainan tradisional. (DP)




