USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Lima Mahasiswa BEMU Wakili USD Ikuti Green Living in APTIK Campus di UNIKA Soegijapranata Semarang

diupdate: 15 tahun yang lalu


Keseriusan Universitas Sanata Dharma untuk mewujudkan green campus semakin nyata. Hal ini ditunjukkan Universitas dengan mengirimkan mahasiswa untuk mengkitui green living in APTIK campus, yang diselenggarakan pada tanggal 14- 16 mei 2012 di UNIKA Soegijapranata Semarang. Tema yang diusung dalam pertemuan perdana ini adalah " Let's be green together", dengan harapan bahwa APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik) se Indonesia dapat menjadi agen untuk memerangi global warming melalui adaptasi dan mitigasi yang berbasis budaya dan lingkungan tempat kampus berada. Green living tersebut diikuti oleh 6 Perguruan Tinggi Katolik se Indonesia. Ada perwakilan dari ST  MUSI, Palembang berjumlah 4 mahasiswa, 2 mahasiswa dari Dharma Cendika Surabaya, 2 mahasiswa dari Widya Mandala Malang, 4 mahasiswa dari ST Keperawatan St. Carolus jakarta, dan 5 mahasiswa dari Universitas Sanata Dharma. Kelima mahasiswa yang dikirim adalah Sonny Farlin (PBI'08), Bernardinus Kristianto (PBio'09), Irina Tassya Manurung (Psi'08), Adita Primasti Putri (Psi'08), dan Benediktus Herru Sukoco (BK'08). UNIKA Soegijapranata sendiri sebagai tuan rumah juga mengirim 5 mahasiswa.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu para peserta dibagi dalam kelompok dan didampingi oleh beberapa dosen untuk berdiskusi tentang pemahaman Green Campus. Bukan hanya sekedar diskusi, para peserta juga diajak untuk menunjukkan aksinya. Aksi yang kami lakukan di sini adalah melakukan kunjungan ke daerah Sayung (Kab. Demak). Sebuah desa yang tenggelam akibat terjadi abrasi pantai. Melalui kunjungan tersebut, peserta diajak untuk berefleksi bersama mengenai "apa yang sudah, sedang, atau akan dilakukan agar lingkungan kita selamat dari pencemaran." Aksi nyata lain adalah Workshop Go Green. Materi dalam workshop adalah membuat kompos, membuat pernak-pernik dari bahan daur ulang, dan harvesting rain water atau yang lebih dikenal dengan biopori. Melalui  workshop ini diharapkan para peserta dapat menerapkan di kampus masing-masing. Di penghujung waktu pertemuan, peserta dari tiap-tiap perguruan tinggi yang hadir diminta untuk menyampaikan usulan go green yang akan dibuat di kampus masing-masing.

Ada 3 poin yang menjadi usulan kami selaku perwakilan dari USD untuk kampus Universitas Sanata Dharma. Usulan kami tersebut adalah (1) Membicarakan dengan rektorat untuk menghapus "sistem karcis" parkir, diganti dengan penunjukkan STNK, (2) Meminimalisir pengggunaan kertas, dengan cara pengumpulan tugas secara online, dan (3) Mensosialisasikan kepada mahasiswa tentang green campus.

Acara ditutup dengan membuat deklarasi APTIK go green dan berdiskusi tentang kelanjutan dari kegiatan awal ini. Dalam diskusi, dan berdasar keputusan bersama para peserta mengusulkan Universitas Sanata Dharma untuk menjadi tuan rumah pertemuan APTIK selanjutnya, yang rencananya akan dilakukan pada bulan November 2012. Pertimbangan dasar USD diusulkan menjadi tuan rumah adalah USD dinilai lebih siap untuk melaksanakan Green Living In Campus. Besar harapan kami, semoga green living in campus dapat terwujud dan berjalan secara berkesinambungan. Inilah tugas kita bersama, selaku warga Universitas Sanata Dharma. (Kris)

  kembali