USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Peluang dan Tantangan: Pendidikan Integritas di Dunia Pendidikan

diupdate: 15 tahun yang lalu


Integrity Days merupakan acara rutin tahunan yang diadakan oleh Campus Ministry Universitas Sanata Dharma untuk mengajak civitas akademika USD merefleksikan momentum Hari Pendidkan Nasional.  Pada tahun 2012, Integrity Days diisi dengan kegiatan Kampanye Nilai Integritas "Be Responsible, Be Honest, Be Confident"; Lomba Penulisan Essay Mahasiswa Pendidikan "Pendidikan Menumbuhkan Karakter Integritas Bangsa" serta Seminar "Peluang dan Tantangan: Pendidikan Integritas di Dunia Pendidikan Tinggi".
Seminar yang merupakan puncak acara Integrity Days 2012 ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 19 Mei 2012 di Ruang Drost, Kampus III USD Paingan. Seminar ini menghadirkan Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ. MST dan Dr. Aloysius Purwa Hadiwardoyo, MSF  sebagai narasumber,  serta Bp. Budi Sarwono sebagai moderator. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Campus Ministry dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling.
 Dalam paparannya, Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ. MST menegaskan bahwa integritas selalu berkaitan dengan yang ada di dalam dan tidak hanya berkaitan dengan yang ada di luar. Seseorang yang memiliki integritas yang tinggi adalah pribadi yang utuh, pribadi yang memiliki kesamaan dari luar maupun di dalam. Seseorang yang memiliki integritas akan berkembang secara kognitif, afeksi  dan spiritual (relasi dengan Tuhan), fisik, emosi, moral, sosial (mereka akan berelasi baik dengan orang lain). Perguruan tinggi dengan kebebasan akademik dan upaya mencari kebenarannya, sebenarnya menjadi tempat yang sangat potensial untuk menumbuhkan dan menyemaikan nilai-nilai integritas. Oleh karenanya dibutuhkan sinergi baik dari mahasiswa, dosen, maupun institusi perguruan tinggi untuk semakin menghidupi.
Sementara Dr. Aloysius Purwa Hadiwardoyo, MSF mengajak kita melihat bahwa integritas tidak saja berdimensi personal, namun juga sosial . Hal ini bisa dilihat dalam berbagai kasus yang merupakan contoh buruk yang terjadi di negara kita, di mana wakil rakyat dan para petinggi negara justru menunjukkan integritas yang rendah, pandai berbicara, berjanji, tetapi tidak bisa mewujudkan, dan akhirnya mengecewakan rakyat. Belum lagi maraknya praktek korupsi, kekerasan, dan pelanggaran HAM yang tidak bisa diselesaikan oleh orang-orang yang seharusnya menjadi teladan integritas bagi masyarakat. Dalam berbagai kasus, justru pelaku korupsi yang merugikan negara adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi. Mahasiswa dulu telah merintis reformasi melawan praktek-praktek KKN (kolusi, korupsi, dan nepostisme), maka jangan sampai menjadi sia-sia dengan mengulang kesalahan yang sama. Bercermin dari keprihatinan tersebut, maka justru penting saat ini untuk merefleksikan tanggung jawab sosial pendidikan tinggi terhadap pengembangan karakter integritas bangsa.
Dalam kegiatan seminar yang dihadiri oleh 135 peserta dari berbagai universitas di Yogyakarta ini juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Essay, yaitu Gustin Zulaihah dari Pendidikan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta dan Paulus Widiantoro dari Prodi Teologi Universitas Sanata Dharma. (CM)

  kembali