Senin, 21 Mei 2012 tepat pukul 18.00 WIB, Komunitas Studi Linux Sanata Dharma yang menamakan diri SaOS (Sanata Dharma Open Source), mengadakan Release Party Linux Sanata Dharma: SadharOS 12.05. Acara yang berlangsung di Hall Selatan Kampus III Universitas Sanata Dharma ini dihadiri oleh beberapa dosen dari Program Studi Teknik Informatika, sejumlah mahasiswa USD, pengurus SaOS generasi awal, dan teman dari Universitas Gajah Mada. Acara yang bertujuan untuk melaunching sistem operasi baru sekaligus sosialisasi salah satu kelompok studi ini berjalan cukup santai, informatif, dan menghibur.
Acara dipandu oleh Fidelis Adi Wicaksono dan dibuka secara resmi oleh Bapak Iwan Binanto selaku pembimbing SaOS. Iip Yulianto Windra, mantan ketua SaOS (generasi II), memberikan sambutan selanjutnya yang menjelaskan sejarah dan tujuan berdirinya SaOS. Berawal dari beberapa mahasiswa Teknik Informatika USD yang ingin membuat sistem operasi sendiri yang berisi aplikasi untuk kebutuhan perkuliahan di TI, akhirnya pada tahun 2008 Kelompok Studi Linux pun terbentuk dan diberi nama SaOS.
Kevin, dari divisi Riset SaOS yang menjadi pembicara utama dalam acara ini, memberikan gambaran tentang ide awal tebentuknya SadharOS. Dengan slogan 'Linux for being Humanist' dan mempunyai code name Apple Mint, SadharOS (Sanata Dharma Operating System) mempunyai angka versi 12.05 yang berarti dirilis tahun 2012 bulan 05 (Mei). SadharOS sendiri tersedia untuk komputer 32bit dan 64bit.
SadharOS dibuat dengan dasar sistem operasi Linux Mint, menggunakan 3 jenis desktop (Cinnamon, Gnome 3, dan Gnome Classic), dan menitikberatkan pada aplikasi networking, database, dan programming. Namun demikian dukungan terhadap multimedia pun juga sudah diberikan. Aplikasi pengolah grafis (GIMP), audio video editor (Audacity), dan pemutar musik dan video (Clementine, Totem Player, dan VLC -beserta codecnya-) juga sudah disertakan dalam instalasi standar.
Pada acara ini juga didemokan tentang bagaimana cara instalasi SadharOS 12.05 di salah satu laptop peserta. Dengan proses instalasi standar seperti pada Linux Mint, maka pengguna pun semakin dipermudah dalam kustomisasinya.
Dalam sesi terakhir (diskusi dan tanya jawab), muncul usulan yang menarik dari Bapak Yudianto Asmoro yaitu mengharapkan ada SadharOS versi basic/lite yang bisa diinstall di komputer/laptop yang mempunyai sumber daya terbatas. Dan dengan versi basic/lite tersebut memungkinkan pengguna selain mahasiswa TIUSD juga bisa memanfaatkan SadharOS tanpa harus terbebani dengan berbagai aplikasi yang saat ini terkesan hanya ditujukan untuk kepentingan mahasiswa Teknik Informatika saja.
Tentu saja masih ada satu-dua kekurangan yang ada di sistem operasi baru ini. Maka segala sumbangan saran, masukan, dan segala hal yang mendukung tercapainya kestabilan SadharOS bisa disampaikan langsung kepada Kelompok Studi Linux SaOS.
Facebook: www.facebook.com/saosusd
Yahoo Messenger: saoscare@yahoo.com
Twitter: @SaOS_USD
eMail: saoscare@gmail.com
HP: 0856.280.2500
Website: www.saos.usd.ac.id
Bagaimanapun, launching SadharOS bukan akhir dari pencapaian Kelompok Studi Linux SaOS. Ini justru awal dari perjalanan panjang yang harus dilakukan oleh teman-teman SaOS dalam mengakomodasi dan mengembangkan sistem operasi baru yang berciri khas Sanata Dharma. Kevin sendiri mengajak teman-teman semua (dari seluruh program studi di USD) untuk bergabung bersama mengembangkan SadharOS sehingga bisa berlanjut ke versi yang lebih tinggi dan semakin stabil digunakan oleh para pengguna. (bram)




