Sabtu, 28 April 2012 yang lalu, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan acara Sarasehan yang merupakan salah satu program kerja dari Divisi Seminar. Seperti diketahui bahwa HMPS Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma tersebut baru terbentuk pada akhir tahun 2011 dan akan mengadakan kegiatan-kegiatan akademik untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Pendidikan Matematika. Sarasehan ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh HMPS Pendidikan Matematika untuk mahasiswa Pendidikan Matematika.
Adapun tema yang diangkat pada acara Sarasehan ini "Menuangkan Ide-Ide Kreatif Melalui Karya Ilmiah". Tujuan dari diselenggarakannya acara Sarasehan ini adalah memacu mahasiswa, khususnya mahasiswa di Prodi Pendidikan Matematika, untuk menuangkan ide kreatif yang dimiliki melalui tulisan-tulisan. Acara ini juga sekaligus sebagai tanggapan terhadap surat edaran Dikti yang menyatakan bahwa mahasiswa strata satu (S1) perlu menulis karya ilmiah yang diterbitkan melalui jurnal untuk lulus dari jenjang tersebut. Pembicara dalam sarasehan ini adalah Bapak Drs. Murdanu, M.Pd. (dosen Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Yogyakarta) dan Bapak Drs. A. Sardjana, M.Pd. (dosen Pendidikan Matematika di Universitas Sanata Dharma).
Bapak Murdanu menceritakan bagaimana pertama kali beliau mulai mencoba untuk menulis di mana hal tersebut bukanlah hal mudah, tetapi juga bukan hal sulit. Beliau menyarankan agar mahasiswa langsung menuangkan idenya dalam tulisan ketika ide itu muncul. Dengan menulis, akan didapat banyak hal-hal baru yang menyenangkan dan tentunya bisa berguna juga bagi orang lain. Bermula dari hobi, menulis juga akan memperlancar kuliah. Sedikit sharing, hobi beliau adalah seni. Dan terbukti, dari hobinya tersebut, beliau dapat melakukan terapan persamaan garis tipe persamaan kanonik dalam matematika pada penyajian musik.
Di samping itu, Bapak Sardjana menyampaikan kata-kata favoritnya, yaitu bahwa kita harus menemukan dan menyelesaikan masalah, bukan hanya mencarinya saja. Bapak Sardjana sebagai dosen Media Pembelajaran di Universitas Sanata Dharma, menemukan dan mengajarkan teknik dasar menghitung yang diberi nama Double Steld. Dan untuk mendukung kemudahan akan pemahaman Double Steld ini dibuatlah sebuah alat peraga. Dengan begitu, operasi hitung akan menjadi lebih sederhana dan menyenangkan. Ide seperti ini juga dapat diangkat menjadi suatu karya ilmiah jika dituangkan dalam tulisan yang sistematis
Peserta sarasehan terlihat antusias mengikuti acara ini, apalagi dalam sarasehan tersebut peserta tidak hanya mendapat ide-ide kreatif, tetapi juga mendapat pengetahuan bagaimana teknis penulisan karya ilmiah. Akhir dari kegiatan ini diharapkan agar mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika bisa menuangkan ide-ide kreatif dalam sebuah tulisan yakni karya ilmiah. Walaupun menulis adalah kegiatan yang sederhana, tetapi dapat menjadi modal awal untuk menjadikan kita sebagai mahasiswa yang dapat berpikir logis serta dapat menjadi generasi yang tidak takut akan perubahan zaman yang terus berkembang. (Vonti)




