Senin (16/4) di ruang Driyarkara Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta diadakan penandatangan Nota Kesepahaman antara USD dengan Pemerintah Daerah Nias Barat. Isi Nota Kesepahaman adalah kerjasama di bidang pendidikan guna mewujudkan rencana Pemerintah Kabupaten Nias Barat dalam rangka peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia. Penandatangan dilakukan oleh Rektor USD, Bupati Nias Barat, dan Ketua DPRD Nias Barat. Langkah berikutnya dari nota kesepahaman ini adalah pengiriman 20 orang siswa Nias Barat yang akan menempuh studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USD. Para mahasiswa ini dibiayai Pemda setempat untuk menjadi guru yang nantinya akan kembali mengembangkan daerah Nias Barat.
Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D., Wakil Rektor USD bidang Kerjasama dan Alumni menjelaskan bahwa sejak PTPG Sanata Dharma didirikan 20 Oktober 1955, visi "terwujudnya masyarakat Indonesia yang semakin bermartabat" senantiasa diimplementasikan dalam misi-misi USD. Salah satu perwujudannya adalah pengembangan SDM di daerah pelosok Indonesia seperti Nias Barat. Kerjasama ini melengkapi kerjasama lain dengan beberapa pemerintah daerah di Indonesia, di antaranya Pegunungan Bintang, Asmat, dan Kutai Barat.
Dalam sambutannya, Rektor USD Dr. Ir. P. Wiryono Priyotamtama, SJ menyampaikan bahwa kerjasama yang dilakukan USD didasarkan pada kesamaan visi. Visi inilah yang menjadi spirit, memberikan api dan tenaga untuk melayani. "Sejauh menyangkut pendidikan dan pengembangan SDM, semua itu menyangkut peran USD dalam mencapai visinya. Masalah yang lain-lain, saya percaya Tuhan yang akan mencukupkan", demikian dipaparkan Rektor USD.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nias Barat, A. Aroziduhu Gulo, S.H., M.H. menyampaikan bahwa daerahnya memerlukan guru-guru untuk membantu pengembangan Nias Barat. Untuk tahun pertama dikirimkan sejumlah 20 orang. Di sisi lain, Pemda sangat senang dan terbuka untuk lulusan guru USD yang saat ini mau ditempatkan di Nias Barat. Disampaikannya pula bahwa setelah pemekaran wilayah, Nias Barat masih memerlukan banyak hal untuk dikembangkan, baik dalam hal keuangan, teknik, dan lain-lain. Pemda berterimakasih dan mengapresiasi USD yang mau memberikan subsidi 50% biaya kuliah bagi para mahasiswa asal Nias Barat.
Ketua DPRD Nias Barat Tolosokhi Halawa, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada USD serta berharap kerjasama ini terus berlanjut. "Masyarakat di Nias Barat sangat antusias untuk meraih cita-cita ke jenjang yang lebih tinggi, namun hasrat tersebut sering kandas di tengah jalan karena masalah ekonomi. DPRD menyambut baik dan mendukung penuh kerjasama ini, termasuk juga dalam hal anggaran. Selanjutnya saya berharap USD mau membuka sekolah binaan di Nias Barat" demikian ditambahkannya.
Lebih jauh diungkapkan oleh Wakil Rektor USD, bahwa sebenarnya kerjasama antara Nias Barat dan USD sudah berlangsung beberapa saat yang lalu. USD sudah mengadakan seleksi masuk di Nias Barat yang diikuti 238 calon mahasiswa. Dari Jumlah tersebut akan dipilih 20 orang yang akan dibiayai. Mereka akan tinggal di Sanata Dharma Student Residence. Dalam kesempatan yang sama Drs. Mareti Waruwu, Kepala Dinas Pendidikan Nias Barat menambahkan, "Kami membutuhkan 2500 guru. Saat ini baru tersedia 800-an, masih jauh dari angka ideal."
Penandatanganan nota kesepahaman ini juga disaksikan Pastur Ig. Purwo Suranto, OSC, sebagai Pastur Paroki Salib Suci di Nias Barat. Beliau menerangkan bahwa kondisi pertanian di sana masih sangat tradisional. Saat ini dirinya sedang mengembangkan budidaya tanaman karet, mengingat kondisi pengairan di daerahnya yang masuk dalam kategori tadah hujan. (BST)




