Membayangkan pentas konser, pasti membayangkan suatu suguhan tontonan yang eksklusif, sakral, agung, dan berwibawa, misalnya konser musik klasik, simponi, atau paduan suara. Namun tidak demikian yang terjadi pada konser PSM. Cantus Firmus USD kali ini (28/11). Konser ini dibuka dengan dua presenter yang kocak dengan logat “jawa medhok” dan pakaian ala mahasiswa (blue jeans dan kaos). Suara presenter pun tidak dibuat megah nan berwibawa tetapi dengan suara “cempreng” dan “glenyengan”. Bukan itu saja, konser ini juga dikemas dalam alur dramatik dengan nuansa puitis yang menyentuh, walau kadang sekali dua kali kocak. “Lebih Dari Sebuah Perjalanan”, ya tema itulah yang dipilih oleh rekan-rekan PSM CF. Walaupun sempat “diinterupsi” matinya listrik selama lebih dari 30 menit, konser ini tetap dapat dikategorikan sangat memuaskan. Konser ini lebih membagikan suka duka menjadi anggota PSM dan mengelola kekompakan dan perasaan satu antar anggota yang kadang sangat sulit untuk dikelola. Namun PSM CF mampu membuktikannya dengan berbagai prestasi dan kekompakan yang diraih. “Kami mencoba mengajak rekan-rekan untuk mencari sesuatu yang lebih dalam perjalanan kita lewat konser ini”, demikian kata salah satu tokoh PSM CF. Apa yang diraih oleh UKM ini merupakan hasil perjalanan yang panjang. Apa yang ditampilkan merupakan refleksi dari perjalanan manusia secara pribadi, komunitas, dan bangsa. Konser kali ini tidak berjalan secara liturgis, seperti konser biasa. Unsur dramatis, narasi, puisi, bahkan aksi humor dibangun untuk lebih bisa mengekspresikan dalam memaknai arti sebuah perjalanan. Konser ini dibuka dengan narasi seorang perempuan yang berefleksi tentang sebuah perjalanan, yang katanya penuh dengan suka, duka, tantangan, dan bahkan pergumulan yang hebat. Lalu drama proses perekrutan, latihan, dan dinamika kekompakan ditampilkan. Namun, dibalik itu juga diselingi lagu-lagu yang cukup enak didengar. Sesi dinamika ini dibuka dengan lagu Fair Phyllis I Saw karya John Farmee. Lalu setelah ada interlude drama, dilanjutkan dengan Do Re Mi, theme song film “The sound of Music” sampai lagu terakhir Aku Melangkah Lagi aransemen Panca Sona Aji. Setelah break oleh presenter, konser dilanjutkan dalam suasana formal dan agung dengan bergantinya kostum. Sesi ke-2 diawali dengan lagu “Song of the Earth” karya Yongki Suwarno dan diakhiri dengan “Where the Chorus”. Konser ini diiringi oleh para frater yang tergabung dalam SeminthiKenthuMusic dari Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan.




