Sebanyak 16 mahasiswa delegasi USD untuk Service Learning Program (SLP) 2012 mengikuti pembekalan SLP di Wisma Pentingsari, 23-24 Maret 2012. Pembekalan ini diadakan oleh panitia adhoc SLP, dan bertujuan untuk mengakrabkan para peserta SLP dari USD serta memberikan mereka pengetahuan serta pengalaman langsung hidup di sekitar lereng Merapi.
Pembekalan SLP ini diisi oleh sesi ice breaking dan long march yang diorganisir oleh Bapak Yoh. Heri Widodo, M.Psi dan Bapak C. Wijoyo Adinugroho, S.Psi yang dibantu oleh para asisten dari P2TKP USD. Dalam sesi ice breaking, para peserta diajak bermain berbagai games, permainan-permainan ini mengundang banyak gelak tawa dan meningkatkan keakraban para peserta. Dalam long march, para delegasi USD diajak untuk berjalan sejauh kurang lebih 5 km di daerah lereng Merapi. Dalam long march ini para peserta dibekali makanan dan diminta untuk berjalan sambil mengamati kemudian mengajak orang yang mereka temui di jalan makan bersama. Tujuan utama dari long march ini adalah memberi para peserta pengalaman langsung bersentuhan dengan hidup di sekitar lereng Merapi.
Perjalanan ini merupakan usaha untuk memberikan para delegasi USD pengetahuan awal yang cukup untuk merencanakan aksi pra-SLP mereka. Selain itu, bagian dari penerapan pedagogi Ignasian, yakni siklus Context-Experience-Reflection-Action-Evaluation, memberikan para peserta pengetahuan dan kesadaran akan context serta membekali mereka dengan pengalaman untuk direfleksikan dan dirumuskan menjadi aksi yang sesuai. Hal ini ditekankan oleh Rm. R. In Nugroho, SJ yang hadir sebagai narasumber dalam pembekalan ini, memberikan materi tentang pedagogi Ignasian dan perumusan aksi.
Setelah pembekalan ini, diharapkan bahwa para delegasi SLP bisa menyusun program yang efektif untuk mengatasi masalah yang telah mereka lihat di sekitar mereka. Selamat beraksi! (Gia)




