Pementasan drama yang ke-13. Itulah unjuk karya Bengkel Sastra Prodi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma dalam mementaskan "Matahari ½ Mati", Jumat 2 Maret 2012.
Naskah drama yang diadaptasi dari karya A. Rego Subagyo ini mengangkat masalah kemiskinan absolut. Bersettingkan keluarga Jawa dengan seorang ibu (diperankan oleh Metildis) dan empat orang anak, drama ini mempertontonkan bagaimana kemiskinan menyebabkan orang depresi bahkan berakhir gila. Anak pertama, Kardi (yang diperankan oleh Dery Risto) tak mampu berkomunikasi secara wajar. Ia hanya mampu berdialog dengan burung piaraannya dan sesekali menyanyikan kidung-kidung Jawa.
Anak kedua, Narto (yang diperankan oleh Antonius Hendrianto) ditampilkan sebagai orang miskin intelek yang depresi. Dengan dialog-dialog panjang dia mengomentari para pemimpin bangsa di sela-sela keluh kesahnya mengatasi kesulitan hidup sehari-hari. Tampaknya, Narto adalah tulang punggung keluarga, sekaligus tulang punggung permainan dalam pementasan ini. Wati si anak ketiga, diperankan secara apik oleh Diana Mariska Yakomina Jago sebagai gadis yang sungguh-sungguh gila. Kegilaan ini ternyata tidak hanya disebabkan oleh kemiskinan, tetapi juga oleh trauma perkosaan di masa lalu.
Pementasan ini menjadi menarik karena ending cerita naskah asli diadaptasi secara mengejutkan. Tokoh ibu, Kardi, Narto, Narko (anak bungsu), dan Pak Harjo (tetangga mereka) yang pada awalnya normal menuju depresi, pada akhir cerita mencapai titik puncak kegilaan. Sementara itu, penonton yang pada awalnya menduga bahwa Wati mengalami kegilaan terparah; justru dialah yang sebenarnya sedang menjalani proses penyembuhan. Pentas diakhiri dengan adegan Wati pulang dari rumah sakit jiwa dan berkata kepada tokoh-tokoh lain "Kutunggu kalian di ambang kewarasan".
Para pemain dan sutradara yang semuanya berasal dari mahasiswa Prodi Sastra Indonesia semester 2 dan 4 ini, berlatih dengan sangat intensif selama dua bulan untuk menampilkann pementasan yang baik. Sebuah pementasan yang berhasil menyembuhkan dahaga para penikmat drama di Universitas Sanata Dharma. (pena)




