USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

PKMM USD Bantu Bangun Konsep Diri Para Remaja Panti Asuhan Bina Putra Bantul

diupdate: 15 tahun yang lalu


Jumat sore (2/3), hujan deras mengguyur kota Yogyakarta dan sekitarnya. Namun suasana alam  itu tidak menjadi penghalang bagi team Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat Universitas Sanata Dharma (PKMM USD) yang terbentuk lintas program studi yaitu Bimibingan & Konseling (Wina, Eta dan Eva) dan Teologi (Polce) bersama Rm. Pankras, SS.CC (Dosen pendamping PKMM) untuk ke Panti Asuhan Bina Putra, Bantul. Sambutan hangat dari pihak panti asuhan sangat dirasakan oleh team PKMM USD. Pak Simon (Pembina Panti) bersama para remaja panti menanti kahadiran team PKMM USD di aula panti yang sering dipakai sebagai tempat belajar sekaligus ruang makan anak-anak panti. Dalam suasana penuh keakraban, team membantu para remaja Panti untuk mengidentifikasi diri melalui gambar yang sering mereka lihat di media masa.
Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Karena berada dalam masa transisi maka masa remaja diwarnai dengan berbagai gejolak baik yang datang  dari dalam diri sendiri mapun tantangan dari luar yang  perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh remaja pada masa ini adalah bagaimana memiliki konsep diri dalam menyaring nilai perkembangan arus teknologi dan komunikasi bagi dirnya.Para remaja Panti pun selalu mengikuti tampilan-tampilan gambaran kehidupan remaja masa kini baik di media elektronik maupun media cetak. Sejauhmana tampilan-tampilan tersebut membantu mereka untuk memiliki konsep diri positif? 
Pertemuan ini terbagi dalam dua sesi. Dalam presentasinya pada sesi I, Wina (team PKMM) menjelaskan tentang konsep diri remaja dalam tantangan arus perkembangan zaman. Ada empat area yang dia garis bawahi yaitu relasi antara remaja dengan orang tua, teman sebaya, membangun hidup rohani dan dunia mode. Dia mencoba menampilkan gambaran sisi positive dan negative dari keempat area tersebut. Dia juga menjelaskan tentang sifat-sifat negative dan positif yang dimiliki oleh seorang remaja.
Dalam sesi kedua, team meletakkan 60 potong gambar dari Koran di atas lantai. Team mengajak peserta untuk memilih salah satu potongan gambar  yang berkesan dan menyentuh pengalaman hidupnya. Dari gambar tersebut, peserta diajak untuk menggambarkan diri saat ini pada buku harian yang telah dibagikan kepada tiap peserta. Mereka pun diberi kesempatan untuk mensharingkannya dalam kelopok kecil dengan masing-masing  didampingi oleh team PKMM.
Team  juga meminta kesediaan dua orang peserta (perwakilan remaja putri dan remaja putra) untuk sharing kepada semua teman tentang makna gambar yang dia pilih dan gambaran dirinya saat ini. "Saya memilih gambar dua pemain basket yang berpelukan. Gambar ini mengingatkan saya akan peristiwa perjumpaan saya dengan saudaraku di Jakarta saat liburan pada bulan februari lalu. Kami bertemu dan saling berpelukkan",ungkap Ian sambil menunjukkan gambar yang dia pilih. Setalah itu, dia menjelaskan tentang arti gambar pada buku hariannya : "Di sini saya gambarkan di buku harianku seorang remaja yang sedang duduk di depan sebatang lilin yang sedang bernyala. Gambar ini menunjukkan bahwa  saya selalu berdoa untuk keluargaku.
Kemudian, Via mensharingkan bahwa dia memilih gambar rumah yang terendam banjir. "Gambar ini mengingatkan saya akan suasana rumah keluargaku di tepi sungai progo. Aku di sini tinggal dip anti bisa tidur dengan aman, tetapi keluargaku selalu cemas ketika hujan deras. Mereka harus bersiap-siap mencari perlindungan di tempat yang aman". Pada buku hariannya, dia  menggambar sekelompok anak remaja yang bermain bersama. Sebuah ungkapan bahwa dia bahagia tinggal di panti dan merasa teman-teman sebagai keluarganya sendiri. Team  menutup pertemuan ini dengan memberikan kesempatan (10 menit) bagi peserta untuk menuliskan makna yang mereka peroleh dari pertemuan hari ini. Catatan harian tersebut dikumpulkan kepada team PKMM yang mendampingi kelompok mereka. pendamping  akan membaca dan mengomentari catatan harian kelompok yang dipercayakan kepadanya dan mengembalikkannya pada pertemuan berikutnya. (Halek)

  kembali