USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sanata Dharma Serahkan Bantuan Air Bersih

diupdate: 22 tahun yang lalu

"Semoga sumbangan air ini bermanfaat untuk menyambung harapan warga dalam menghadapi musim kemarau ini", begitu dikatakan Rektor Dr Paul Suparno SJ MST dengan bahasa Jawa saat menyerahkan secara simbolis bantuan air dalam rangka Bakti Sosial Dies Natalis Ke-49 Universitas Sanata Dharma di dusun Weru, kelurahan Songbledeg, kecamatan Paranggupito, kabupaten Wonogiri, Senin siang (25/10/04). Hadir menyertai Rektor, PR I Drs J Eka Priyatma MSc, PR II Drs FA Joko Siswanto MM Akt, PR III dan Ketua Panitia Dies Drs P Ari Subagyo MHum, Kepala PPM Drs H Wahyudi MSi, Sekretaris PPM Drs YR Subakti MPd, Kepala BAU selaku Wakil Ketua Panitia Dies M Sukmono SPd, serta Staf PPM. Bantuan secara resmi diterima oleh Saino (48), Kepala Dusun Weru, disaksikan puluhan warga yang berduyun-duyun membawa jirigen dan ember untuk tempat air. Pria yang telah 14 tahun menjadi kepala dusun itu mengucapkan terima kasih atas uluran tangan Universitas Sanata Dharma. Dusun Weru terletak di ujung barat laut wilayah kabupaten Wonogiri, berbatasan dengan sisi tenggara kabupaten Gunung Kidul. Wilayah yang berpenduduk 143 jiwa (terdiri atas 37 KK) itu memang menjadi langganan kekeringan. Karena alasan itulah, Weru dianggap tepat sebagai lokasi Bakti Sosial. Selain Weru yang akan dipasok 7 tangki air bersih, dusun lain yang dibantu adalah Ngelo, kelurahan Ketos, Paranggupito. Dusun yang bersebelahan dengan dusun Weru itu akan mendapat pasokan 3 tangki air bersih. Penyaluran bantuan tersebut terlaksana berkat koordinasi yang bagus dengan Panitia Bantuan Air, Mudika Paroki Danan, yang diketuai oleh Agustinus Wijayanto (29), serta Ketua Lingkungan Santa Theresia, Philipus Tugiman (53), yang teritorialnya mencakup dusun Weru dan dusun Mloko. Sejumlah Mudika mengawal tangki dan rombongan sejak dari Pracimantoro hingga di titik lokasi. Ketika warga mulai mengisi jirigen dan ember dengan penuh semangat, Tugiman sempat mengingatkan agar warga tidak berebut. "Air itu kalau disentuh dingin, maka jangan sampai membuat hati kita panas lalu saling berebut". Begitu imbauan pria berkumis yang sehari-harinya bekerja sebagai Pengawas TK & SD pada Cabang Dinas Pendidikan Paranggupito itu. Menurut Kadus Weru Saino, tangki yang secara simbolis diserahkan oleh Rektor USD merupakan tangki ke-76 yang telah diterima sepanjang musim kemarau tahun ini. "Setiap tangki bisa untuk sekitar 15 KK selama 3 hari". Pria bertubuh kecil itu menambahkan bahwa di dusunnya sulit dijumpai pemuda karena mereka merantau ke kota. "Kami harus merelakan. Kalau tetap di sini, kasihan mereka, karena hanya bisa bertani di tegalan tandus. Pengalaman juga tidak berkembang". Sementara itu Agustinus Wijayanto, Ketua Panitia Penyaluran Bantuan Air menjelaskan, tangki harus dikawal karena kalau tidak akan "dibajak" oleh warga dusun lain. "Atau sengaja dijual oleh sang sopir di perjalanan", tambahnya. Air bagi sebagian saudara kita yang dilanda kekeringan memang menjadi barang yang amat berharga. Itu bisa dimaklumi sebab air merupakan sumber kehidupan dan pendukung peradaban manusia. Maka, apa pun peran kita dan di mana pun kita berada, kita selayaknya turut menjaga kelestarian sumber-sumber air. (PAS)

  kembali