USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Studium Generale Prodi BK USD:
"Mantap Pilihan Studiku, Kupenuhi Panggilan Profesiku, Be The Best Counselor"

diupdate: 15 tahun yang lalu


Berkecamuk pada pikiran mantap atau tidak pada pilihan studi dan apa yang bisa diperoleh dari Bimbingan dan Konseling akan menyebabkan mahasiswa kehilangan energi. Oleh karena itu pada tanggal 13 Februari 2012 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma mengadakan Studium Generale dengan tema "Mantap Pilihan Studiku, Kupenuhi Panggilan Profesiku, Be The Best Counselor". Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Bimbingan dan Konselig USD angkatan 2005 sampai 2011.
Dr. Gendon Barus, M.Si. sebagai ketua program studi Bimbingan dan Konseling dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita sebagai mahasiswa baru supaya memantapkan pilihan studi kita karena pada semester empat ada sistem Droup out (DO) sehingga kita harus bersungguh-sungguh dalam studi. Selain itu diharapkan mahasiswa sadar bahwa kita terpanggil bukan memilih. Sedangkan bagi mahasiswa yang akan lulus, dengan acara ini diharapkan bisa  menjadi The Best Counselor.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan kekeluargaan karena pembicara dari stadium generale ini adalah dua orang alumni program studi Bimbingan dan Konseling yang sudah sukses mengubah impian menjadi cita-cita dan cita-cita diwujudkan sebagai panggilan. Dua pembicara ini adalah Fransiscus Lim Suh Jian sebagai seorang trainer dan motivator, dan yang kedua adalah Petrus Sudiyono, S.Pd. sebagai guru BK SMA Loyola Semarang. Dalam kuliah umum yang diberikan oleh Fransiscus Lim, dijelaskan bahwa sebagai calon konselor yang baik kita harus mempunyai pribadi yang mantap sehingga dapat dipercaya oleh orang bahwa kita adalah konselor yang dapat dihandalkan. Kemantapan bisa dilihat dari hal-hal kecil seperti, cara berbicara, intonasi bicara bahkan cara berjalan kita sebagai seorang konselor. Selain itu untuk menjadi konselor yang baik kita harus mempunyai semangat dan menyadari bahwa kesuksesan adalah pilihan kita.
Sedangkan Petrus Sudiyono dalam kuliah umumnya mengemukakan pengalaman-pengalamannya menjadi guru BK di SMA Loyola Semarang agar mahasiswa bisa belajar dari pengalaman tersebut sehingga mampu menjadi konselor yang baik. Beberapa hal yang disampaikan adalah mengenai pentingnya kita mengetahui budaya tempat kita bekerja agar tidak terjadi salah paham, menjiwai visi dan misi dari tempat kita berkarya, menguasai teknik konseling karena teknik ini sangat efektif ketika digunakan di sekolah maupun di masyarakat, memimpin dengan hati bukan dengan kekerasan dan berpenampilan lah sebagai seorang konselor profesional yang menarik karena ada istilah hello effect bahwa kesan pertama akan mempengaruhi perilaku seseorang berikutnya. Dari beberapa hal yang dibahas bersama tersebut harapannya adalah mahasiswa menjadi The Best Counselor dengan belajar dari pengalaman orang lain. Acara diakhiri dengan refleksi dalam kelompok agar mahasiswa tidak hanya mengolah dalam pikiran tetapi juga menghayatinya dalam hati mengenai mantap pilihan studi, panggilan profesiku, be the best Counselor. (Ars)

  kembali