USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Program Studi KBI-SING-PBI Gelar ESEA Ke-16

diupdate: 15 tahun yang lalu


Seminar internasional ESEA (English in South East Asia) ke-16 digelar Universitas Sanata Dharma. Program Studi Kajian Bahasa Inggris (KBI), Sastra Inggris (SING), dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) bekerja sama bahu membahu dalam penyelenggaraan seminar ini yang digelar 8-10 Desember 2011 di Kampus II Mrican. Seminar yang dihadiri sekitar tigaratus peserta ini mengambil tema  "English for People Empowerment". Berbagai makalah yang berbasis ide maupun penelitian dipresentasikan untuk membahas bagaimana memberdayakan bahasa Inggris bukan sebagai ancaman terhadap kebudayaan lokal tetapi justru menjadi alat untuk semakin memajukan masyarakat lokal. Menurut Ketua Panitia Dr. Fr. B. Alip, M.Pd.,M.A., tujuan utama pengajaran bahasa Inggris adalah agar peserta didik semakin berperan aktif dalam komunikasi global. "Misalnya pedagang keramik di Kasongan atau pengusaha perak di Kotagede, mampu melebarkan sayap pasarnya ke berbagai negara di dunia ini, kata Alip. "Dengan pembelajaran bahasa Inggris, para pekerja migrant akan memiliki posisi tawar yang tinggi juga", tambahnya.
Dalam seminar ini tiga pembicara kunci dihadirkan, yaitu Huw Jarvis, Ph.D. (University of Saldford England), Louise Jan Sancheez (Ateneo de Manila University, The Phillipines), dan Dr. J. Bismoko (Sanata Dharma Univesity and STBA LIA). Menurut pandangan Jarvis dalam makalahnya berjudul "Asian Learners Empowering Themselves with and through the Internet", peranan internet saat ini sangat besar dalam pembelajaran bahasa Inggris. Menurut Jurvis, non-native speakers (NNS) saat ini memberdayakan diri mereka melalui teknologi sebagai warga global. Mereka mengalami perubahan baik dalam pemahaman maupun teori pendidikan dan bahasa Inggris itu sendiri.  Sementara itu Sancheez dalam papernya "Politics and the English Department Towards a Postcolonial Engagement of Language and Literature Teaching in the Phillipines" mengevaluasi peranan Jurusan Sastra dan Bahasa Inggris dalam pendidikan di Filipina. Menurutnya pembelajaran sastra dan bahasa Inggris perlu mendasarkan produksi pengetahuan, paradigm, dan pedagoginya dalam konteks Filipina. Sedang J. Bismoko memaparkan sistem pendidikan bahasa Inggris postmodern.
Seminar ini dihadiri peserta dari berbagai universitas dari berbagai negara seperti Filipina, Malaysia, Hongkong, Brunei Darrussalam, Singapura, dan dari berbagai kota di Indonesia. Ada sekitar 30 paper yang dipresentasikan dengan berbagai topic baik linguistic, sastra maupun pengejaran bahasa Inggris. (tti)

  kembali