Pada tanggal 14 - 18 Nopember 2011 diselenggarakan ICIUM 2011 atau "The Third International Conference For Improving Use of Medicines" di Antalya, Turkey. ICIUM adalah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh konsorsium Badan Kesehatan Dunia (WHO), Boston University, Harvard Medical School, INRUD (International Network for the Rational Use of Drugs), HEPA (Health Economics & Policy Association), MSH (management Sciences for Health) dan Karolinska Institutet berkerja sama dengan Ministry of Health of the Republic of Turkey. Tema ICIUM 2011 ini adalah Informed Strategies, Effective Policies, Lasting Solutions.
Pada ICIUM 2011 ini dua dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta berpartisipasi, yaitu Dra. Titien Siwi Hartayu, M.Kes, Apt. dan Aris Widayati, M.Si., Apt. Peserta lain dari Indonesia yang juga hadir dalam konferensi ini adalah dari Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat UGM, UI, Universitas Pancasila dan Kementrian Kesehatan RI. Kedua dosen USD tersebut mempresentasikan papernya dengan dukungan dari the World Health Organization South-East Regional Office/ WHO-SEARO dan USD. Selain sebagai presentator, kedua dosen dari USD ini merupakan peserta dari Indonesia yang diundang untuk berperan aktif sebagai anggota tim perumus dalam pertemuan terbatas perumusan hasil konferensi melalui peran Dra. Titien Siwi sebagai raportur pada sesi diskusi medicines use in chronic disease dan Aris Widayati, M.Si. sebagai co-moderator mendampingi moderator DR. Kathleen Holloway (Regional Adviser, the WHO-SEARO) pada sesi Antimicrobial Resistance.
ICIUM berfokus pada pembahasan mengenai peningkatan akses obat terutama di negara-negara berkembang, yang meliputi penggunaan obat yang tepat, terjangkau dan terjamin ketersediaannya melalui stretagi dan kebijakan yang berkesinambungan. Diskusi dalam ICIUM 2011 ini dibagi dalam 8 sesi yang meliputi akses, kebijakan, aspek ekonomi, penanganan penyakit kronis, kesehatan anak, malaria, HIV/AIDS & tuberculosis, dan resistensi antimikroba. Selama 5 hari konferensi, pembahasan dikelompokkan secara bertingkat dimulai dari isu-isu akses obat di tingkat global/ international, tingkat nasional, tingkat institusi, dan yang terakhir di tingkat masyarakat. Lebih dari 1000 paper di presentasikan dan dihadiri peserta yang berasal dari lebih 100 negara..
Hasil diskusi dalam masing-masing sesi dirumuskan menjadi suatu key lessons learnt, recommendations, policy and practice implications dan further research agenda. Rumusan hasil ICIUM 2011 dapat diakses melalui website ICIUM (www.icium.org atau www.icium2011.wordpress.com). Konsorsium WHO menetapkan rumasan hasil ICIUM 2011 untuk dijadikan sebagai pijakan perumusan kebijakan di bidang kesehatan terutama di Negara - Negara berkembang (Low Middle Income Countries/ LMICs). Implementasi hasil ICIUM 2011 akan direfleksikan dan didiskusikan kembali di forum yang sama yang direncanakan akan diselenggarakan tujuh tahun mendatang. (aw)




