USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Culture Fest 2011, Dancing with Nature

diupdate: 15 tahun yang lalu


Dalam rangkaian dies natalis USD ke-56 Universitas Sanata Dharma menggelar acara Culture Fest. Acara yang diisi stand kebudayaan, kerajinan tangan, dan jajanan tradisional ini berlangsung Jumat (18/11) di Student Hall, Kampus I, USD, Mrican, Yogyakarta. Acara yang mengambil tema Menari Bersama Alam ini, mengingatkan kita untuk terus menghargai alam dan melestarikannya, serta memanfaatkannya untuk kehidupan yang lebih baik tanpa harus merusaknya. Arie, selaku Ketua Panitia II, memaparkan bahwa tema acara Culture Fest ini diambil agar kita lebih merawat dan melindungi alam. "Sudah saatnya kita kembali ke alam, jangan terburu-buru untuk mengekspoitasinya tanpa memikirkan efek jangka panjangnya, sebaiknya kita memanfaatkannya untuk kehidupan bersama. Acara kali ini merupakan kegiatan rutin yang sudah dimulai sejak tahun 2007 lalu," tuturnya.
Di samping stand-stand dari Indonesia, stand-stand yang ada kali ini juga diisi peserta selain dari Indonesia, yaitu dari INTI China (Indonesia-Tionghoa), Vietnam, dan Korea. Terdapat juga stand-stand yang menjual makanan vegetarian, jajanan pasar, jamu, Bank Sampah, Sanggar Anak Alam, dll. Animo pengunjung cukup terasa, terutama pada stand-stand yang menjual makanan tradisional. Cynthia, selaku pengunjung mengutarakan bahwa ia sangat senang bisa menikmati masakan dan kerjinan yang ramah lingkungan. "Saya senang bisa mengetahui fungsi lain dari sampah, ada lembaga yang mewadahi kita untuk memanfaatkan sampah seperti Bank Sampah. Saya juga dapat mencicipi masakan tradisional orang-orang Tionghoa sekaligus praktek langsung bahasa mandarin dengan penutur asli," ungkapnya.
Pesta seni antar Negara ini mengetengahkan beberapa macam kesenian yang disajikan oleh para mahasiswa asing yang belajar di Lembaga Bahasa USD. Suasana serasa di negeri Tiongkok tatkala INTI menyajikan musik tradisional China dan tari-tarian yang dibawakan dengan menawan. Suasana berubah menjadi hening saat penonton menyaksikan slide-slide berisi keindahan panorama dan budaya Vietnam yang dinarasikan dalam bahasa Indonesia dengan lancar oleh mahasiswa asal Vietnam. Suasana kembali meriah tatkala Musa, mahasiswa asal Tanzania mengajak penonton berjoget bersama dalam tarian bernuansa Tanzania. Selain menampilkan komunitas Suling Bambu, malam seni ini juga dimeriahkan musik keroncong. Bahkan Dr P. Wiryono Priyatamtama, SJ, Rektor USD juga ikut menyemarakkan suasana dengan mendendangkan sebuah lagu, Can't Help Falling in Love.
Seluruh rangkaian acara yang dipandu MC dari Indonesia dan Jepang ini diakhiri dengan pembacaan puisi 'Lembut' oleh Henny Herawati, S.Pd., M.Hum. karya Lucianus Suharjanto, S.J., S.S., STB. Puisi ini diterjemahkan dalam 14 bahasa (Jawa, Yunani, Jerman Inggris, Swedia, Portugis, Jepang, KoreaChina, Vietnam, Perancis, Tagalog, Estonia dan Swahili), dibacakan oleh para mahasiswa asing yang sedang belajar di LB USD.
Lembut lambat merambat,
Sementara kita tergesa meraih segala, tak mau ditunda,
Tak melihat tunas baru dari segala yang sedang dilahirkan,
Sesungguhnya  perjalanan kita suci, sederhana. (Cell & BST)

  kembali