USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Hari Ke-3 Georgetown Global Dialogues di USD: Menggali Memori dan Menyuarakan Peran Pemuda

diupdate: 1 jam yang lalu


USD — Universitas Sanata Dharma (USD) sukses menyelenggarakan hari ketiga rangkaian forum internasional Georgetown Global Dialogues yang bertajuk "The Global South and a World Transformed" pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Bertempat di Ruang Seminar Driyarkara, Kampus II USD, Yogyakarta, forum tingkat dunia ini mempertemukan para akademisi, pembicara internasional, serta mahasiswa dari Georgetown University dan Universitas Sanata Dharma untuk mendiskusikan berbagai dinamika sosial, politik, dan kebudayaan global.

 
1

Rangkaian acara dimulai dengan diskusi panel bertema "Memory, Literature, and Politics" dengan pembicara Maria Stepanova, Ayu Utami, Paulus Sarwoto, dan Samanth Subramanian. Diskusi ini menyoroti bagaimana narasi sastra dan memori kolektif berperan sebagai ruang perjuangan politik serta pembebasan. Dalam diskusi tersebut, novelis Indonesia Ayu Utami menyampaikan pandangannya mengenai pemaknaan ingatan dan kebebasan. "Makna yang harus kita ciptakan adalah makna yang semakin membebaskan. Jika Jesuit memiliki slogan ad maiorem dei gloriam, kita bisa memiliki ad maiorem libertatem. Di sini, pemaknaan ingatan yang baik adalah yang memberikan lebih banyak kebebasan, dan perjuangan demi kebebasan itu selalu bersifat politis," ujar Ayu Utami.
 
2

Setelahnya, forum dilanjutkan dengan sesi "The Future Socialism" yang dibawakan oleh Kohei Saito, Ranjit Hoskote, Veronica Gago, dan Jose Casanove. Kemudian, diikuti dengan sesi interaktif bertajuk "Elevating Youth Perspectives on Global Issues.” Sesi ini memberikan panggung bagi para mahasiswa (student fellows) dari Georgetown University dan Universitas Sanata Dharma untuk saling bertukar pikiran mengenai berbagai isu krusial dunia. Salah satu perwakilan mahasiswa, Tara Curtin, menyampaikan kesannya mengenai dialog interaktif ini. "Refleksi terbesar saya tanpa ragu adalah bahwa kita semua sama. Hubungan, kemitraan, dan pemahaman ini jauh lebih penting daripada kesimpulan apa pun yang saya dapatkan selama beberapa hari terakhir. Persamaan kita adalah landasan bersama kita; pemahaman kita satu sama lain secara pasti merupakan sesuatu yang melampaui perbedaan politik apa pun," jelas Tara Curtin.
 
3

Seterusnya, acara melangkah ke Concluding Session yang dipimpin oleh Thomas Banchoff, Vice President for Global Engagement Georgetown University, bersama Pankaj Mishra. Pada sesi penutup ini, Dr. Thomas Banchoff menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Rektor Universitas Sanata Dharma, Fr. Albertus Bagus Laksana, S.J., beserta seluruh panitia dan mahasiswa USD yang telah memfasilitasi serta menyukseskan keseluruhan rangkaian forum internasional ini dengan sangat baik.

Rangkaian hari ketiga ini diakhiri dengan malam keakraban melalui Closing Dinner di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta. Melalui penyelenggaraan Georgetown Global Dialogues ini, Universitas Sanata Dharma berharap dapat terus memperluas jaringan kolaborasi global sekaligus meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap kemanusiaan.




AK/DRL/GRC/JE - Humas 

  kembali