
USD – Rangkaian forum Georgetown Global Dialogues (GGD) pada Jumat, 16 Oktober 2026, resmi digelar dengan menyoroti empat isu strategis mengenai peran serta tantangan negara-negara South Global dalam dinamika politik, teknologi, dan kebudayaan dunia.
Sesi pertama diawali dengan Panel satu bertajuk "Religious Pluralism, Literature, and Society," yang mengeksplorasi bagaimana pluralisme agama yang berkembang di Asia dan South Global membentuk kebudayaan serta masyarakat, sekaligus menelaah peran sastra dalam menggambarkan keberagaman identitas. Sesi ini menghadirkan pembicara Mohsin Hamid, Ranjit Hoskote, dan Fr. Antonio Spadaro, SJ.


Pada salah satu kutipan di topik satu Ranjit Hoskote menyampaikan pandangannya mengenai isu sastra, "Saya ingin percaya bahwa sastra menuntun kita untuk memikirkan pemetaan yang ditentukan oleh keterikatan yang kita pilih sendiri. Pemetaan yang tidak hanya ditentukan oleh batas-batas wilayah dan kepentingan geopolitik semata," ujarnya.
Diskusi berlanjut pada Panel dua yang mengusung tema "Countering Authoritarianism". Sesi ini menyoroti fenomena maraknya kepemimpinan otokratis di berbagai negara, termasuk di Amerika Serikat dan India, serta membicarakan strategi perlawanan dengan menggali pembelajaran sejarah dari negara-negara South Global. Diskusi ini diisi oleh Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ., Verónica Gago, Suzy Hansen, dan Samanth Subramanian.
Isu perkembangan teknologi menjadi fokus utama pada Panel tiga melalui tema Rethinking Progress in the Age of AI. Mengacu pada pandangan kritis seperti ensiklik Magnifica humanitas karya Paus Leo, diskusi ini menguji potensi kecerdasan buatan (AI) dalam menjembatani kesenjangan antara negara Utara dan Selatan, di tengah kekhawatiran krisis iklim, ketimpangan, dan konflik. Pembicara pada sesi ini meliputi Mohsin Hamid, Nesrine Malik, dan Fr. Antonio Spadaro, SJ.


Rangkaian forum ditutup pada Panel empat yang membahas "China and the Global South" di lokasi Benteng Vredeburg. Sesi ini mengupas transformasi Tiongkok sejak tahun 1949 dari anggota Dunia Ketiga hingga menjadi kekuatan utama non-Barat, serta bentuk rekonfigurasi hubungannya dengan negara-negara Global Selatan di tengah krisis global. Sesi penutup ini menghadirkan Mohsin Hamid, Kaiser Kuo, Nesrine Malik, dan Thomas Banchoff.
ADR/JE/GRC/WRA - Humas
ADR/JE/GRC/WRA - Humas




