USD - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) resmi meluncurkan Program Studi Doktor (S3) Pendidikan melalui Seminar Nasional bertajuk “Melampaui AI: Mendidik Manusia menuju Kecerdasan yang Bermakna” yang digelar secara hibrid di Ruang Seminar Driyarkara USD dan Zoom. Acara ini mendapat antusiasme luar biasa dengan dihadiri 489 peserta mendaftar dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari MIN 3 Aceh Selatan hingga Universitas Musamus Merauke, serta partisipan internasional dari Monash University dan Timor Leste.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP USD, FX. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D., menegaskan bahwa peresmian program studi baru ini menjadi tonggak sejarah penting bagi kematangan institusi. "Seminar pada siang hari ini adalah sebagai tanda kami membuka program baru, program pendidikan S3 Pendidikan. Program ini dirancang sebenarnya untuk memperingati 70 tahun FKIP dan tentu saja 70 tahun Sanata Dharma," ujar FX. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D.


Membuka alur diskusi, moderator Prof. Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum., menyampaikan pengantar reflektif mengenai pentingnya menempatkan teknologi dalam koridor kemanusiaan."Jika mesin semakin cerdas, manusia seperti apa yang ingin kita bentuk melalui pendidikan? Berpikir mendalam, memahami realitas, menguji kebenaran, menimbang moral, bertindak secara tanggung jawab. Melampaui AI tidak berarti menolak AI, tetapi menempatkan AI dalam cakrawala kemanusiaan," jelas Prof. Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum.


Dalam sesi pemaparan materi, ketiga pembicara menegaskan pentingnya menjaga hakikat manusia di era kecerdasan buatan. Pakar filsafat Dr. Karlina Supelli memaparkan bahwa pergulatan utama pendidikan masa kini adalah mengajak pembelajar berpikir mendalam dan menemukan cara otentik untuk mengujinya, dengan menempatkan pengetahuan sebagai kemaslahatan publik yang disangga kejujuran serta watak ilmiah. Sejalan dengan itu, Rektor USD Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., menekankan bahwa pendidikan harus membawa manusia dari sekadar memahami realitas hingga memikulnya secara etis demi human flourishing. Melengkapi pandangan tersebut, Prof. Paulus Kuswandono, Ph.D., menggarisbawahi bahwa belajar adalah proses pembentukan subjek yang merengkuh kemendalaman, di mana AI hendaknya memperluas ruang belajar tanpa menggeser agensi dan kapasitas kritis manusia.


Rangkaian acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta penyerahan penghargaan apresiasi kepada para narasumber. Melalui peluncuran Program S3 Pendidikan ini, Universitas Sanata Dharma kembali mempertegas komitmennya untuk terus melahirkan insan akademis yang tidak hanya tanggap terhadap perkembangan zaman, tetapi juga konsisten menghidupi nilai-nilai keutamaan yang cerdas dan humanis demi membentuk manusia yang utuh serta bermakna.
Humas - AK/ KV
Humas - AK/ KV




