
USD – Program Darmasiswa, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, menawarkan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai negara untuk mempelajari bahasa, seni, dan budaya Indonesia. Mahasiswa internasional yang belajar di Universitas Sanata Dharma, yakni Ranlapas Panyawai dari Tailan, Magdalena Galiano dari Argentina, Randriamiarinisa Kantonirina Sarobidy dari Madagaskar, dan Le Ngoc Khanh Thuy dari Vietnam. Keikutsertaan mahasiswa internasional pada program ini memberikan dampak positif dengan memberikan pengalaman akademik maupun pribadi mereka, selain itu juga mempererat hubungan kerjasama pada bidang budaya dan diplomatik antara Indonesia dengan negara-negara asal peserta.
Penyelenggaraan Program Darmasiswa pada tahun ini selaras dengan beberapa tahun sebelumnya, para mahasiswa penerima program ini akan menjalani program pembelajaran di kelas sekaligus berdinamika bersama civitas USD. Di enam bulan pertama, mereka akan mengeksplorasi keanekaragaman budaya Indonesia, seperti bahasa Indonesia, seni tradisional, dan adat-istiadat lokal. Di samping itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk mengambil mata kuliah yang sedang berlangsung sesuai dengan bidang yang linear dengan minat dan bakat.
Pada bulan September ini, para peserta program Darmasiswa memulai studi mereka di Lembaga Bahasa USD (LBUSD) untuk mengikuti kelas Bahasa Indonesia. Dengan mengikuti kelas ini, mereka akan dibekali dengan berbagai macam keterampilan berbahasa Indonesia yang diperlukan untuk mendalami budaya dan kehidupan sehari-hari mereka selama di Indonesia.
Selain mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas, para peserta program Darmasiswa juga didorong untuk berpartisipasi dalam beberapa kegiatan kemahasiswaan (UKM) yang ada di Universitas Sanata Dharma. Mereka dapat bergabung dengan UKM seperti Karawitan, Grisadha, Pengabdian Masyarakat, dan Lens Club.
Orientasi khusus untuk para penerima Program Darmasiswa diselenggarakan oleh Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional (BKHI) dengan tujuan untuk membantu mereka beradaptasi terhadap suasana lingkungan kampus USD dan area regional Yogyakarta pada 14 September 2026. Orientasi tersebut juga membahas informasi penting mengenai keimigrasian dan perizinan tinggal, yang diperlukan selama mereka berada di Indonesia. Untuk menambahkan familiaritas terhadap lingkungan kampus USD, mereka juga diajak mengelilingi area lingkungan kampus melalui tur singkat dengan rute mengelilingi Kampus 1 dan 2 Universitas Sanata Dharma.

Mahasiswa-mahasiswa Darmasiswa membagikan kesan mereka terhadap pengalaman mereka di Indonesia untuk bergabung dengan program Darmasiswa, Ranlapas Panyawai atau akrab disapa Eng, yang baru saja lulus kuliah, melihat program ini sebagai kesempatan besar untuk anak muda. Ia mengatakan, "beasiswa Darmasiswa adalah kesempatan besar bagi anak muda yang ingin belajar budaya dan mendapatkan pengalaman hidup di negara dengan keragaman bahasa, budaya, dan etnis yang begitu luar biasa." Ia juga merasakan sambutan hangat sejak awal kedatangannya di USD, sampai-sampai ia yakin, "10 bulan ini akan menjadi salah satu babak terbaik dalam hidup saya."
Disisi lain bagi Magdalena Galiano atau Magui, ketertarikannya pada Indonesia bermula dari studi Hubungan Internasional. Ia menjelaskan, "setelah mempelajari negara ini lewat buku, saya ingin mengalami Indonesia dari dalam, mempelajari bahasanya, dan terlibat dengan budayanya melalui kehidupan sehari-hari." Sejak tiba di Yogyakarta, ia paling terkesan dengan keramahan penduduknya. "Saya menemukan rasa keramahtamahan, solidaritas, dan kesediaan untuk membantu yang luar biasa," katanya, sambil menambahkan bahwa "senyuman tidak pernah absen." Ia juga tertarik mengamati kebiasaan sosial masyarakat Indonesia, mulai dari cara menyapa hingga cara menunjukkan rasa hormat.

Mahasiswa-mahasiswa Darmasiswa membagikan kesan mereka terhadap pengalaman mereka di Indonesia untuk bergabung dengan program Darmasiswa, Ranlapas Panyawai atau akrab disapa Eng, yang baru saja lulus kuliah, melihat program ini sebagai kesempatan besar untuk anak muda. Ia mengatakan, "beasiswa Darmasiswa adalah kesempatan besar bagi anak muda yang ingin belajar budaya dan mendapatkan pengalaman hidup di negara dengan keragaman bahasa, budaya, dan etnis yang begitu luar biasa." Ia juga merasakan sambutan hangat sejak awal kedatangannya di USD, sampai-sampai ia yakin, "10 bulan ini akan menjadi salah satu babak terbaik dalam hidup saya."
Disisi lain bagi Magdalena Galiano atau Magui, ketertarikannya pada Indonesia bermula dari studi Hubungan Internasional. Ia menjelaskan, "setelah mempelajari negara ini lewat buku, saya ingin mengalami Indonesia dari dalam, mempelajari bahasanya, dan terlibat dengan budayanya melalui kehidupan sehari-hari." Sejak tiba di Yogyakarta, ia paling terkesan dengan keramahan penduduknya. "Saya menemukan rasa keramahtamahan, solidaritas, dan kesediaan untuk membantu yang luar biasa," katanya, sambil menambahkan bahwa "senyuman tidak pernah absen." Ia juga tertarik mengamati kebiasaan sosial masyarakat Indonesia, mulai dari cara menyapa hingga cara menunjukkan rasa hormat.
Sementara itu, Le Ngoc Khanh Thuy atau Tasya juga menyebut beasiswa ini sebagai pengalaman yang sangat berarti baginya. "Program ini tidak hanya memberi saya kesempatan untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia, tetapi juga membantu saya menjadi lebih mandiri, terbuka, dan mengenal banyak orang dari berbagai negara," ujarnya. Ia menutup dengan rasa syukurnya, "Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Darmasiswa."
Dengan semangat yang dibawa Eng, Magui, dan Tasya, USD berharap ketiganya dapat memaksimalkan pengalaman belajar mereka selama masa studi di Indonesia.
AWP/TAC - BKHI




