USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Konferensi ASEACCU Ke-32: Kolaborasi USD UAJY Ajak Delegasi Lintas Negara Rajut Dialog dan Harapan

diupdate: 1 bulan yang lalu

1

USD - Pada tanggal 19-21 Agustus 2026, rangkaian konferensi tahunan ke-32 ASEACCU (The Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities) dilaksanakan di Yogyakarta, tepatnya di Universitas Sanata Dharma dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Konferensi ini diikuti oleh 12 negara di Asia Timur, Asia Tenggara, dan Australia, salah satunya Indonesia. Universitas Sanata Dharma mengirimkan beberapa mahasiswa, Adenta Schrabelia Priyatmoko dari program studi Farmasi, Media Putri Baroto dari program studi Ekonomi, Jason Montero Hartawan dari program studi Sejarah, dan Marcella Olivia Tamara Wibawa dari program studi Pendidikan Matematika. Melalui Panel Discussion, Student Workshop, dan berbagai sesi lainnya, para peserta diajak melihat bagaimana pendidikan di perguruan tinggi dapat membantu seseorang berkembang secara intelektual, emosional, dan spiritual.

Perjumpaan awal ASEACCU 2026 menjadi ruang nyata bagi para delegasi untuk menghidupkan nilai 4C dalam hangatnya keramahan Yogyakarta. Melalui sapaan hangat di lobi hotel, riuhnya canda tawa di dalam bus, hingga langkah bersama saat City Walk, para delegasi mengasah competence untuk memahami perspektif global baru sembari menghadirkan conscience dan compassion demi meruntuhkan sekat perbedaan secara humanis. Momen-momen sederhana ini memandu setiap peserta untuk saling menghormati hingga melahirkan commitment nyata untuk belajar dan bertumbuh bersama, menjadikan keberagaman sebagai jembatan persahabatan yang melapangkan jalan menuju dialog interkultural yang lebih mendalam pada tahap selanjutnya.

2

Workshop yang berlangsung di Kampus 3 Paingan Sanata Dharma pada tanggal 19 Agustus 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang mengajak Student Delegates untuk melihat kembali nilai-nilai Wisdom Tradition dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui diskusi dan refleksi, para peserta diajak untuk berbagi pengalaman serta melihat keberagaman dari berbagai latar belakang budaya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi meditasi sebelum kembali memasuki sesi workshop kedua. Pada sesi ini, Student Delegates diajak mengenali sumber keberanian, dorongan, dan motivasi yang diibaratkan sebagai unsur api, sekaligus nilai-nilai yang menjaga keteguhan dan keseimbangan diri melalui simbol air. Refleksi ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberanian untuk bertindak, ketangguhan dalam menghadapi tantangan, serta kerendahan hati untuk tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.

3

Para peserta juga diajak untuk merealisasikan Human Flourishing bukan hanya pada diri sendiri melainkan juga pada sesama, melalui beberapa pilar yang diajarkan kepada kami seperti tiga pilar oleh Dr. Fr. Joseph Chacko Chennattuserry, CMI, yang berupa Wisdom Traditions, Holistic Education, dan Modern Context. Oleh Dr. Phon Sophal dengan lima pilar Education as Hope, Dormitory Living, Living Inter-Religious Harmony, Annual Dialogues & Whole-Person Student Growth, and Volunteer & Exchange Programs, dan masih banyak lagi hal-hal kecil yang dipelajari saat mengikuti ASEACCU 2026 tetapi semuanya memuncak dengan tema "Human Flourishing".

Salah satu delegasi dari Universitas Sanata Dharma, Adenta Schrabelia Priyatmoko, mahasiswa Farmasi yang mewakili Indonesia sebagai student panelist, mempresentasikan pengalamannya dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan patient counselling dengan judul "From Wounds to Hope: Integrating Advanced Wound Care and Human-Centered Diabetes Care for Human Flourishing." Adenta mengangkat bagaimana inovasi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata, salah satunya melalui penggunaan hidrogel dalam perawatan luka untuk membantu menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan.

4

"Teknologi tidak harus menggantikan sisi manusia dalam pelayanan kesehatan. Justru teknologi harus bekerja untuk kemanusiaan," ungkap Adenta.

Berbagai gagasan yang dipertukarkan selama konferensi kemudian memperkuat keyakinannya bahwa generasi muda dapat menghadapi tantangan masa depan dengan menggabungkan pengetahuan, kepedulian, dan kemauan untuk bekerja bersama.

Selain mengikuti rangkaian keynote speech hingga workshop, para peserta dikenalkan dengan salah satu budaya Indonesia yaitu, Sendratari Ramayana yang disaksikan secara langsung di Candi Prambanan pada tanggal 20 Agustus 2026. Ramayana menceritakan perjuangan Rama yang menyelamatkan istrinya, Sinta, yang diculik oleh Rahwana. Melalui pertunjukan ini, para peserta diberikan gambaran tentang kisah cinta sejati antara Sinta dan Rama yang harus melewati rintangan dalam hubungan mereka. Sendratari Ramayana Prambanan memberikan pengalaman tak biasa, para peserta disuguhkan pertunjukan kembang api yang meriah serta diperbolehkan untuk mengambil gambar bersama para penari pada akhir sesi.

5

Puncak ASEACCU 2026 memberi peserta pertanyaan tentang bagaimana caranya menjadi manusia yang tumbuh secara intelektual, emosional, dan spiritual dalam lingkungan kampus dan masyarakat. Ajaran dari hal besar atau hal kecil yang didapatkan melalui ASEACCU 2026 membantu peserta untuk belajar, siap, berani, membantu diri sendiri dan orang lain sama seperti ajaran Sanata Dharma Magis, Man for others, dan 4C (Competence, Conscience, Compassion, and Commitment) untuk meningkatkan Human Flourishing antarindividu, individu-komunitas, dan antarkomunitas dengan tujuan akhir yaitu, The Good Life yang layak didapatkan semua orang.

Pada akhirnya, ASEACCU 2026 bukan sekadar konferensi, melainkan ruang belajar yang memandu kami menerjemahkan nilai 4C dalam tindakan nyata. Refleksi ini dirasakan langsung oleh para delegasi. Adenta menyatakan, "ASEACCU 2026 membuktikan bahwa ilmu tidak boleh berhenti sebagai wawasan semata. Kita harus mampu melihat manusia secara utuh dan menghadirkan harapan nyata lewat kolaborasi."

6

Senada dengan itu, Jason juga menyampaikan bahwa "ASEACCU 2026 juga memberikan kesempatan untuk semakin membuka kacamata pandang dan semakin menyiapkan diri demi merealisasikan Human Flourishing dan The Good Life karena semua makhluk hidup layak mendapatkannya."




Delegasi ASEACCU 2026
Editor : Jean Pierre

  kembali