USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sedikit Lebih Banyak Dunia dalam Diri Kami: Perjalanan Enam Mahasiswa USD Menuju Kewargaan Global

diupdate: 1 bulan yang lalu

1

"Terkadang, tempat yang paling jauh dari rumah justru mengingatkan kita tentang betapa banyak kesamaan yang kita
miliki."

USD - Global Leadership Program (GLP) merupakan program internasional tahunan yang diselenggarakan oleh AJCU-AP (Association of Jesuit Colleges and Universities – Asia Pacific). Program ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas di kawasan Asia-Pasifik untuk berdiskusi mengenai isu-isu global sekaligus mengembangkan perspektif kepemimpinan yang lebih luas. GLP 2026 mengangkat tema "Global Citizenship" atau "Kewargaan Global" dan diselenggarakan di Sogang University, Seoul, Korea Selatan, pada 9–15 Agustus 2026. Sebanyak 40 delegasi dari sepuluh universitas di kawasan Asia-Pasifik berpartisipasi dalam program ini.
 
Universitas Sanata Dharma (USD) mengutus enam mahasiswa sebagai delegasi, yaitu Alfonsus Ardi Jatmiko (Pendidikan Fisika), Aurelia Pratiwi (Sastra Inggris), Aurene Teddy (Psikologi), Benedict Jeferson Suteja (Psikologi), Benedicta Azima Sankhyasti (Pendidikan Bahasa Inggris), serta Melissa Angelin Budiono (Farmasi). Keenam mahasiswa tersebut didampingi oleh Bapak Thomas Wahyu Prabowo Mukti, M.Pd. (Pendidikan Bahasa Inggris).

3

Selama satu pekan, para delegasi mengikuti berbagai kegiatan akademik, diskusi, kunjungan, serta pertukaran budaya bersama mahasiswa dari berbagai negara. Para delegasi berkesempatan untuk mengunjungi Majelis Nasional Korea Selatan, Museum Nasional Korea, Zona Demiliterisasi Korea, dan berbagai tempat bersejarah lainnya. Pengalaman-pengalaman tersebut mengajak para delegasi untuk melihat dunia melalui perspektif yang berbeda dan memahami bahwa persoalan global selalu berkaitan dengan manusia, budaya, sejarah, serta kehidupan nyata.

"Melalui program ini, saya memahami bahwa demokrasi bukan hanya sebuah sistem untuk mengatur masing-masing negara. Demokrasi juga merupakan landasan penting dalam membangun masyarakat internasional yang lebih adil," ujar Yuta Tabei, salah satu delegasi dari Sophia University, Jepang.

Perjumpaan dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang, contohnya, Taiwan, Filipina, Hong Kong, dan negara-negara lain, menjadi kesempatan bagi para delegasi untuk melampaui batas-batas dari apa yang selama ini mereka kenal. Para delegasi belajar bahwa perbedaan tidak selalu menjadi jarak, melainkan dapat menjadi ruang untuk saling mendengarkan, memahami, dan menemukan kesamaan.

2

"Suara dan pendapat setiap orang berharga, terutama ketika kita hadir sebagai warga dunia."

Melalui GLP 2026, para delegasi USD membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan dan kenangan. Mereka membawa perjumpaan baru, perspektif yang lebih luas, serta kesadaran bahwa menjadi warga dunia bukan berarti memiliki seluruh jawaban, melainkan memiliki kemauan untuk mendengarkan, tetap ingin tahu, dan berani mengambil tindakan untuk tujuan bersama. Pada akhirnya, perjalanan ke Seoul mengingatkan mereka bahwa semakin jauh seseorang melangkah, semakin banyak pula hal yang dapat ditemukan tentang dunia dan tentang dirinya sendiri. Mungkin, itulah arti pulang dengan sedikit lebih banyak dunia di dalam diri kita.




Delegasi Universitas Sanata Dharma Global Leadership Program 2026
Editor : Jean Pierre

  kembali