USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mahasiswa Lintas Iman Universitas Sanata Dharma Gelar Rekoleksi di Omah Petroek

diupdate: 1 bulan yang lalu

USD - Universitas Sanata Dharma (USD) melalui Campus Ministry, yang merupakan unit pengembangan pastoral kerohanian kampus, menggelar acara Rekoleksi Lintas Iman 2026 pada 27-28 Agustus 2026 di Omah Petroek, Kaliurang. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan untuk mempererat kolaborasi antar-komunitas keagamaan mahasiswa di lingkungan kampus.

1

Rekoleksi ini mempertemukan berbagai komunitas keagamaan di USD, di antaranya Cana Community, Jalinan Kasih Mahasiswa Katolik (JKMK), Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) EFATA & APOSTOLOS, dan Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma. Selain itu, turut hadir Komunitas Mahasiswa Buddhis dan Konghucu Dharma Virya, Forum Keluarga Muslim Budi Utama, Komunitas Paingan, Forum Biarawan Biarawati, serta English Mass Community.

Mengusung tema "Encounter and Social Friendship: Fostering I3R (Inquisitive, Reflective, Responsive, and Resilient Leaders)", acara ini bertujuan merumuskan arah pendampingan mahasiswa yang kontekstual, responsif, dan selaras dengan nilai utama universitas. Melalui semangat keberagaman iman (Diverse in Faith), kegiatan ini diharapkan mampu membangun sinergi antar-komunitas berbasis kesatuan hati nurani (United in Conscience).

Kepala Campus Ministry USD, Romo Aditya SJ, dalam materi refleksinya menekankan bahwa perjumpaan adalah pintu masuk menuju percakapan yang membawa pada perubahan atau pertobatan. "Conversation leads to conversion," tegas Romo Aditya SJ.
Rangkaian acara pada hari pertama mengajak peserta menyusuri sudut-sudut Omah Petroek yang kaya akan simbol keberagaman, guna membantu mahasiswa menemukan makna diri di tengah perbedaan. Sesi kemudian berlanjut dengan kegiatan "mengenal diri berbagi makna" dan "Sharing 3 Putaran" dalam kelompok kecil. Melalui sesi tersebut, para peserta menemukan cara pandang baru untuk membangun persahabatan yang inklusif dan bermakna.

Sebagai bentuk implementasi kolaborasi, peserta mengikuti sesi Idea Fest, yakni sebuah forum diskusi untuk merancang kegiatan Bellarminus Day dan Driyarkara Fest. Sesi ini dijiwai oleh pandangan teolog Jesuit asal Sri Lanka, Aloysius Pieris. Pieris menyebutkan bahwa hal paling mendesak dalam teologi agama-agama bukanlah mencari kesamaan filosofis atau pengalaman mistik, melainkan kerja sama dalam proyek etis kemanusiaan untuk dunia global. Pemikiran ini menekankan prinsip bahwa agama dinilai lewat buahnya, yakni keadilan dan kasih, serta doktrin harus dibuktikan melalui praktik kolaboratif.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil lintas komunitas. Sesi ini tidak hanya fokus pada gagasan kegiatan, tetapi juga menjadi panggung bagi setiap komunitas untuk memperkenalkan identitas dan potensi mereka secara adil.

2

Pada hari kedua, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi Idea Fest mereka secara terbuka untuk mendapatkan saran dan sudut pandang baru dari peserta lain. Interaksi yang terbuka ini membuktikan bahwa perbedaan tidak menjadi tembok penghalang untuk berkolaborasi.

Rekoleksi lintas iman ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai sarana perjumpaan, tetapi menjadi fondasi kuat bagi para mahasiswa untuk saling menghargai dan bekerja sama. Pengalaman ini menjadi bekal berharga yang akan terus dibawa oleh peserta, baik di dalam lingkungan civitas academica USD maupun di tengah masyarakat luas.




Theresia Dwi Chahya
Gloria Pangga Ate
Editor : Jean Pierre

  kembali