
USD - Rangkaian acara Konferensi Aseaccu ke-32 memasuki hari kedua dengan agenda inspiratif. Pada hari kedua ini, seluruh rangkaian kegiatan resmi dilaksanakan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Pertemuan ilmiah internasional ini berhasil menyatukan perspektif akademis yang berakar pada nilai-nilai sosial dengan pengenalan warisan budaya adiluhung Yogyakarta.
Sesi akademis utama pada hari kedua ini berfokus pada pembahasan tema besar, yaitu "Realizing The Vision How to Start Today with Actionable, Interdiciplinary, and Grounded in Catholic Social Teaching fo Human Flourishing". Melalui tema tersebut, para peserta konferensi diajak untuk mendalami bagaimana visi humanitas dapat diwujudkan secara nyata hari ini melalui langkah-langkah konkret yang bersifat lintas disiplin ilmu serta berlandaskan pada Ajaran Sosial Gereja Katolik untuk perkembangan hidup manusia seutuhnya.

Salah satu agenda dalam sesi ini adalah pemaparan riset ilmiah dari perwakilan delegasi mahasiswa. Mereka menyajikan penelitian mendalam dengan membawa perspektif unik dari negara asal masing-masing. Tiga mahasiswa yang tampil sebagai pembicara utama dalam sesi kolaboratif ini adalah Shinen Lee perwakilan dari Wenzao Ursulin University Taiwan, Charlie dari University of Saint Joseph Macau, dan Tiffany dari Saint Francis University Hongkong. Penelitian bersama yang mereka presentasikan mengangkat tajuk "Love in The Service of Hope". Dalam pemaparannya, ketiga delegasi tersebut membahas fenomena sosial yang sangat relevan saat ini, yaitu mengenai pola dan dampak penggunaan gawai (gadget) pada anak usia dini hingga remaja ditinjau dari sudut pandang masyarakat di Taiwan, Macau, dan Hongkong.
Setelah pemaparan ilmiah dari para mahasiswa selesai, acara formal berikutnya dilanjutkan dengan prosesi MoU Signing antar-institusi yang hadir. Guna mencairkan suasana dan mempererat persahabatan antarnegara, acara tersebut dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni yang dibawakan secara antusias oleh para delegasi mahasiswa dari berbagai negara anggota yang menghadiri konferensi.

Memasuki waktu petang, para delegasi diajak meninggalkan area kampus untuk menikmati pesona budaya luar ruangan Yogyakarta. Mereka bertolak menuju kawasan Prambanan untuk menonton pertunjukan seni spektakuler, Sendratari Ramayana, yang dipentaskan di panggung terbuka Pelataran Ramayana Candi Prambanan. Keindahan gerakan tari berlatar belakang Candi Prambanan yang megah memberikan pengalaman kultural yang mendalam bagi seluruh peserta. Setelah menyaksikan pertunjukan, seluruh rangkaian agenda hari kedua ini resmi ditutup dengan kegiatan makan malam bersama (dinner) yang hangat dan akrab di Ayem Tentrem Resto.
Humas USD




