USD – Sebanyak delegasi dari 57 negara yang mewakili berbagai Kolese Jesuit di seluruh dunia berkumpul di Yogyakarta untuk mengikuti Kongres World Union of Jesuit Alumni (WUJA) 2026. Acara berskala internasional yang berlangsung selama lima hari ini dipusatkan di Universitas Sanata Dharma (USD) dengan mengusung tema besar "United in Spirit, Leading with Purpose".

Ketua Panitia Pelaksana, James W. Prakarsa, menjelaskan bahwa pemilihan Yogyakarta dan USD didasarkan pada fasilitas yang mumpuni serta kekayaan budaya yang inklusif. Beliau secara khusus menyoroti bagaimana keragaman di Yogyakarta menjadi daya tarik utama bagi para peserta global. "Kita ingin menunjukkan keberagaman di Yogyakarta kepada dunia. Meskipun kita adalah alumni sekolah Jesuit yang notabene Katolik, namun di sini kita bisa melihat harmoni dengan peninggalan Hindu dan Buddha. Bahkan ada Gereja Ganjuran yang memiliki unsur budaya Hindu yang sangat kental. Keberagaman inilah yang ingin kami tunjukkan kepada para peserta dari seluruh dunia," ujar James W. Prakarsa.

Ketua Panitia Pelaksana, James W. Prakarsa, menjelaskan bahwa pemilihan Yogyakarta dan USD didasarkan pada fasilitas yang mumpuni serta kekayaan budaya yang inklusif. Beliau secara khusus menyoroti bagaimana keragaman di Yogyakarta menjadi daya tarik utama bagi para peserta global. "Kita ingin menunjukkan keberagaman di Yogyakarta kepada dunia. Meskipun kita adalah alumni sekolah Jesuit yang notabene Katolik, namun di sini kita bisa melihat harmoni dengan peninggalan Hindu dan Buddha. Bahkan ada Gereja Ganjuran yang memiliki unsur budaya Hindu yang sangat kental. Keberagaman inilah yang ingin kami tunjukkan kepada para peserta dari seluruh dunia," ujar James W. Prakarsa.
Ia berharap acara ini berjalan lancar sehingga para peserta dapat mengenal Indonesia dan wisatanya lebih baik, serta membawa pulang ilmu terkait keorganisasian dan isu ekologi ke negara masing-masing.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Ikasadha (Ikatan Keluarga Alumni Sanata Dharma), Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D., memandang WUJA sebagai momentum krusial untuk memperkuat jejaring internasional. Menurutnya, kongres ini bertujuan merumuskan identitas dan manifesto alumni Jesuit dalam menghadapi tantangan global seperti lingkungan hidup dan kerukunan beragama. "Bagi alumni Sanata Dharma, ini adalah kesempatan besar untuk membangun jejaring dengan alumni kolese dan universitas Jesuit dari berbagai negara serta merasakan kesatuan sebagai alumni pendidikan Jesuit," ungkap Tarsisius Sarkim. Ia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi para alumni untuk lebih aktif dalam organisasi dan misi sosial.


Kehadiran para peserta mancanegara memberikan kesan positif terhadap atmosfer Yogyakarta. Delegasi dari Xavier University, Filipina, memberikan impresi yang mendalam terhadap tuan rumah. “Saya merasa sangat bahagia karena suasana tropis Yogyakarta membuatnya merasa seperti berada di rumah sendiri”, ungkap Rogerio Jr. Lee, ketua alumni Xavier University.
Humas USD




