USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pengenalan STEM Lewat Coding dan Robotika di SD Pangudi Luhur Muntilan Jawa Tengah

diupdate: 3 bulan yang lalu

1

USD - Sebanyak 46 siswa kelas 4, 5, dan 6 serta 6 guru SD Pangudi Luhur Muntilan, Kabupaten Magelang, mengikuti program Pengabdian Masyarakat bertajuk "Pengenalan STEM melalui Coding dan Eksperimen Robotika" pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini digagas oleh tim dosen dari Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, sebagai wujud nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap penguatan literasi teknologi di tingkat pendidikan dasar.

Tim pengabdian terdiri dari empat dosen Fakultas Vokasi USD, yakni Ir. Agus Siswoyo, M.T., Ir. Antonius Hendro Noviyanto, M.T., Ir. Eko Arianto, M.T., dan Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami, S.Si., M.Sc. , didampingi oleh dua mahasiswa, Raden Handika Putra Kusuma dan Samkaka Airo Elroy. Kehadiran para akademisi ini disambut hangat oleh jajaran guru dan siswa SD Pangudi Luhur Muntilan, sekolah swasta terakreditasi A yang terletak di Jl. Kartini No. 4, Muntilan.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar STEM Science, Technology, Engineering, and Mathematics kepada para siswa melalui pendekatan hands-on yang interaktif dan menyenangkan. Para peserta diajak untuk mengenal komponen dasar robotika, melakukan simulasi pemrograman sederhana, hingga mencoba mengendalikan robot melalui perintah yang telah diprogram.

Ir. Agus Siswoyo, M.T selaku koordinator tim, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi jawaban atas tantangan masih terbatasnya akses pembelajaran teknologi di sekolah dasar, terutama di daerah dengan keterbatasan sarana dan kompetensi pendidik. "Kami melihat bahwa teknologi robotik, AI, dan pemrograman dapat dimanfaatkan sebagai sarana menarik untuk mengembangkan minat belajar anak, mulai dari sains, teknologi, rekayasa, hingga matematika," ujarnya.

2

Kegiatan pengabdian ini juga selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang tengah mendorong penguatan pembelajaran STEM di satuan pendidikan serta rencana pemerintah untuk memasukkan materi coding dan robotika ke dalam kurikulum pembelajaran Sekolah Dasar. Sebelumnya, tim dosen yang sama juga telah melaksanakan kegiatan serupa di SD Negeri 3 Jatiroto, Wonogiri, pada Juni 2025, yang diikuti oleh 33 siswa dengan hasil yang sangat positif.

Ir. Antonius Hendro Noviyanto, M.T., menambahkan bahwa pendekatan eksperimen langsung sangat efektif untuk membangun pemahaman konseptual siswa. "Anak-anak tidak hanya mendengar teori, tetapi juga merasakan sendiri bagaimana kode yang mereka tulis dapat menggerakkan robot. Pengalaman ini menanamkan rasa percaya diri dan keingintahuan yang besar terhadap teknologi," tuturnya.

Para guru SD Pangudi Luhur Muntilan yang turut mendampingi kegiatan juga mendapat kesempatan memperluas wawasan pedagogi dalam pengajaran berbasis teknologi. Seorang guru yang hadir mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana mengajarkan konsep sains dan teknologi dengan cara yang lebih menarik dan aplikatif. Sementara itu, dua mahasiswa yang terlibat, Raden Handika Putra Kusuma dan Samkaka Airo Elroy, berperan aktif dalam membimbing para siswa selama sesi praktik. Kehadiran mereka sebagai pendamping muda diharapkan dapat menjadi jembatan antara materi akademik dan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan keseharian siswa.
 
Kepala SD Pangudi Luhur Muntilan, Falentina Estri Sutarmi S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. "Kami sangat berterima kasih kepada tim dari USD yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi ilmu dengan siswa-siswi kami. Pengalaman memprogram robot memberikan kegembiraan dan rasa ingin tahu yang besar bagi anak-anak. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang," ungkapnya.

3

Kegiatan yang diikuti oleh total 46 siswa dan 6 guru ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dasar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan abad ke-21. Literasi teknologi dan kemampuan coding telah menjadi kebutuhan mendesak di era digital, dan pengenalan sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan seperti ini diyakini akan membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan pemecahan masalah.

Tim pengabdian Fakultas Vokasi USD berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah-sekolah dalam pengembangan pembelajaran berbasis STEM, agar semangat belajar dan inovasi terus tumbuh di lingkungan pendidikan dasar. Kegiatan di SD Pangudi Luhur Muntilan ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan kurikulum robotika dan coding di sekolah tersebut, sekaligus mendorong minat siswa terhadap dunia teknologi dan sains sejak dini.




Agus Siswoyo
Editor : Jean Pierre

  kembali