
USD – Pusat Studi Lingkungan (PSL) bersama Green Team Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas pada Rabu, 8 Juli 2026, di Ruang Multimedia Kampus III USD. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini mempertemukan anggota Green Team–PSL USD, petugas kebersihan Biro Layanan Umum USD, 20 mahasiswa KKN LXXII Tematik Pengelolaan Sampah Desa Maguwoharjo, Sleman, serta perwakilan mahasiswa Institut Teknologi Yogyakarta (ITY).
Workshop ini diselenggarakan sebagai ruang belajar bersama untuk memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis komunitas. Selain memperoleh wawasan dari para narasumber, peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.


Pada sesi pertama, Dr. Eng. Ir. Bimasatyaji Surya Ramadan, S.T., M.T., IPM dari Universitas Diponegoro membawakan materi bertajuk "Mengubah Krisis Menjadi Mata Uang: Ekosistem Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas dan Pembiayaan Masa Depan melalui Plastic Credits." Ia menjelaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di Indonesia sehingga memerlukan perubahan cara pandang dalam pengelolaannya. Menurutnya, intervensi paling efektif berada pada tingkat hulu dan tengah melalui penguatan komunitas, bank sampah, kelompok swadaya masyarakat, hingga sektor informal seperti pemulung dan pengepul. Ia juga memperkenalkan konsep plastic credits sebagai mekanisme pembiayaan yang dapat memberikan insentif ekonomi kepada masyarakat yang aktif mengelola sampah.
Materi kedua disampaikan oleh Ernastin Maria, S.Si., M.Eng. dari Institut Teknologi Yogyakarta dengan tema "Membangun Lingkungan Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan Melalui Partisipasi Masyarakat." Melalui studi kasus TPS Mandiri Sapulidi di Padukuhan Kanutan, ia menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat. Edukasi yang dilakukan secara konsisten, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta inovasi dalam pengolahan sampah organik berhasil menciptakan sistem pengelolaan yang mandiri sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pada sesi terakhir, Hendra Michael Aquan, S.Si., M.EnvMgmt. dari Universitas Sanata Dharma mengangkat tema "Zero Waste Campus." Ia mengajak peserta merefleksikan kembali hubungan manusia dengan lingkungan dan menekankan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab setiap individu. Menurutnya, universitas memiliki peran strategis sebagai living laboratory yang dapat mengembangkan inovasi pengelolaan sampah melalui digitalisasi data, kolaborasi lintas pihak, serta pelibatan mahasiswa dalam program KKN Tematik sebagai sarana edukasi dan pengumpulan data di masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari strategi meningkatkan nilai ekonomi pupuk kompos, pendekatan membangun kesadaran masyarakat untuk mendirikan TPS Terpadu, metode komunikasi kepada kelompok masyarakat lanjut usia, hingga peluang pemanfaatan sampah plastik dan pengelolaan sampah residu. Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui workshop ini, Universitas Sanata Dharma menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari individu, diperkuat oleh komunitas, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat secara luas.
Yosaphat Widya Asmara – Staf WR3/PSL
Editor : Jean Pierre
Pada sesi terakhir, Hendra Michael Aquan, S.Si., M.EnvMgmt. dari Universitas Sanata Dharma mengangkat tema "Zero Waste Campus." Ia mengajak peserta merefleksikan kembali hubungan manusia dengan lingkungan dan menekankan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab setiap individu. Menurutnya, universitas memiliki peran strategis sebagai living laboratory yang dapat mengembangkan inovasi pengelolaan sampah melalui digitalisasi data, kolaborasi lintas pihak, serta pelibatan mahasiswa dalam program KKN Tematik sebagai sarana edukasi dan pengumpulan data di masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari strategi meningkatkan nilai ekonomi pupuk kompos, pendekatan membangun kesadaran masyarakat untuk mendirikan TPS Terpadu, metode komunikasi kepada kelompok masyarakat lanjut usia, hingga peluang pemanfaatan sampah plastik dan pengelolaan sampah residu. Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui workshop ini, Universitas Sanata Dharma menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari individu, diperkuat oleh komunitas, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat secara luas.
Yosaphat Widya Asmara – Staf WR3/PSL
Editor : Jean Pierre




