
USD, Yogyakarta – Suasana hangat dan penuh antusiasme menyambut kedatangan Nagy Zsuzsana, seorang pemelajar bahasa asal Hongaria, di Ruang S2.302, Kampus 1 Universitas Sanata Dharma (USD). Pada Jumat 10 Oktober 2025 silam, Zsuzsana hadir untuk berbagi cerita dan motivasi kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), angkatan 2025. Kehadirannya bukan sebagai seorang mentor, melainkan sebagai seorang sahabat yang telah jatuh cinta pada bahasa dan budaya Indonesia.
Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini dibuka dengan pemaparan Zsuzsana tentang perjalanan panjangnya memelajari bahasa Indonesia. Dengan bahasa Indonesia yang terstruktur dan penuh semangat, ia menceritakan bagaimana awalnya ketertarikan pada pariwisata Indonesia membawanya pada keputusan untuk mendalami bahasa ini. “Belajar sebuah bahasa adalah seperti membuka jendela dunia baru. Setiap kosa kata, setiap struktur kalimat, adalah kunci untuk memahami hati dan pikiran suatu bangsa,” ujarnya disambut decak kagum para mahasiswa. Bahasa Indonesia adalah bahasa asing keenam yang dipelajarinya, setelah bahasa Jerman, Perancis, Inggris, Italia, dan Rusia.
Pesan utama yang ingin Zsuzsana sampaikan adalah ajakan untuk mencintai proses belajar. Dalam sesi inti sharing-nya, ia dengan lantang menekankan, “Cintai apa yang saat ini tengah kalian pelajari dan perjuangkan di kampus ini.” Kalimat ini bukan sekadar motivasi kosong, melainkan berasal dari pengalaman otentiknya. Ia menggambarkan bagaimana rasa cinta itu yang membuatnya mampu melewati tantangan memahami tata bahasa yang rumit dan melafalkan kata-kata yang asing di telinganya. “Ketika semangat sudah ada, segala kesulitan dalam belajar akan terasa sebagai petualangan yang menyenangkan, bukan beban,” tambahnya.

Para mahasiswa yang hadir terlihat sangat tersentuh dan terinspirasi. Interaksi selama sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, mulai dari tips menguasai linguistik hingga bagaimana menjaga motivasi, dijawabnya dengan lugas dan penuh canda. Kehadiran Zsuzsana seakan menjadi cermin bagi mereka tentang betapa berharganya bahasa Indonesia dipelajari hingga lintas benua, sekaligus pengingat bahwa mereka, sebagai calon pendidik dan ahli bahasa, memegang warisan budaya yang sangat kaya.
Kegiatan yang berdurasi sekitar dua jam ini ditutup dengan foto bersama dan pertukaran cendera mata. Melalui sharing yang sederhana namun mendalam ini, Nagy Zsuzsana tidak hanya membagikan pengalamannya, tetapi juga berhasil menyalakan api semangat di hati para mahasiswa baru PBSI. Pesannya jelas: di ruang-ruang kelas Sanata Dharma inilah, dengan bekal cinta dan dedikasi, mereka sedang mempersiapkan diri untuk menjadi agen-agen pemelihara dan pengembang khazanah bahasa Indonesia di masa depan. Kehadiran Zsuzsana juga menjadi penanda estafet ilmu yang inspiratif, mengingat ia adalah mantan mahasiswa dari Danang Satria Nugraha, Ph.D., dosen USD yang membimbingnya di KBRI Budapest. Sebuah semangat yang dibawa dari Hongaria, kini telah bersemi di Yogyakarta.
DSN

Para mahasiswa yang hadir terlihat sangat tersentuh dan terinspirasi. Interaksi selama sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, mulai dari tips menguasai linguistik hingga bagaimana menjaga motivasi, dijawabnya dengan lugas dan penuh canda. Kehadiran Zsuzsana seakan menjadi cermin bagi mereka tentang betapa berharganya bahasa Indonesia dipelajari hingga lintas benua, sekaligus pengingat bahwa mereka, sebagai calon pendidik dan ahli bahasa, memegang warisan budaya yang sangat kaya.
Kegiatan yang berdurasi sekitar dua jam ini ditutup dengan foto bersama dan pertukaran cendera mata. Melalui sharing yang sederhana namun mendalam ini, Nagy Zsuzsana tidak hanya membagikan pengalamannya, tetapi juga berhasil menyalakan api semangat di hati para mahasiswa baru PBSI. Pesannya jelas: di ruang-ruang kelas Sanata Dharma inilah, dengan bekal cinta dan dedikasi, mereka sedang mempersiapkan diri untuk menjadi agen-agen pemelihara dan pengembang khazanah bahasa Indonesia di masa depan. Kehadiran Zsuzsana juga menjadi penanda estafet ilmu yang inspiratif, mengingat ia adalah mantan mahasiswa dari Danang Satria Nugraha, Ph.D., dosen USD yang membimbingnya di KBRI Budapest. Sebuah semangat yang dibawa dari Hongaria, kini telah bersemi di Yogyakarta.
DSN




