
USD - Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) serta Program Studi Pendidikan Matematika melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Kegiatan yang mengusung tema "Pendampingan Pengembangan Kesehatan Mental dengan Metode Art Therapy" ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Senin, 15 Juni dan Rabu, 17 Juni 2026.
Program ini diinisiasi oleh 4 dosen dari kedua program studi tersebut dengan melibatkan peran aktif 16 mahasiswa. Kehadiran tim disambut hangat oleh pihak sekolah serta ratusan siswa yang menjadi peserta. Tercatat sebanyak 351 siswa terlibat dalam kegiatan ini, yang terdiri dari siswa kelas X dan XI.
Hari Pertama: Membekali Siswa dengan Kemampuan Regulasi Emosi dan Pengenalan Art Therapy
Rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan sesi Talk Show interaktif yang berfokus pada pentingnya regulasi emosi di usia remaja. Materi esensial ini disampaikan oleh dua dosen dari Prodi BK, yaitu Agustin Andhika Putri, S.Pd., M.A. dan Prias Hayu Purbaning Tyas, M.Pd.

Melalui sesi ini, para siswa diajak untuk memahami dinamika emosi yang sering dihadapi remaja, mengenali gejalanya, serta mempelajari strategi sehat dalam mengelola stres akademis maupun personal agar tidak berdampak buruk pada kesehatan mental mereka. Banyak remaja yang masih bingung bagaimana mereka melakukan regulasi emosi yang baik agar mencapai kesejahteraan psikis. Oleh sebab itu, selain pengenalan emosi, dalam Talk Show ini juga dikenalkan mengenai Art Therapy atau terapi seni yang dapat dijadikan salah satu alternatif remaja ketika bingung harus mengurai emosi dari mana. Art Therapy hari pertama dilakukan dengan mengisi log book masing-masing peserta untuk melakukan katarsis emosi.
Hari Kedua: Implementasi Art Therapy Melalui Lima Aktivitas Kreatif
Pada hari kedua, atmosfer kegiatan menjadi sangat dinamis saat memasuki sesi praktik kelompok dengan metode Art Therapy (terapi seni). Seni dipilih sebagai media katarsis yang efektif agar para siswa dapat mengekspresikan perasaan mereka secara kreatif dan menyenangkan.
Aktivitas terapi seni ini dibagi ke dalam 5 kelompok peminatan yang didampingi langsung oleh dosen dan mahasiswa pendamping:
- Expressive Drawing and Writing: Dipandu oleh Dr. Haniek Sri Pratini bersama 2 mahasiswa, diikuti oleh 16 siswa yang mengeksplorasi emosi lewat perpaduan gambar dan tulisan.
- Beading (Meronce): Dipandu oleh Agustin Andhika Putri, S.Pd., M.A. bersama 2 mahasiswa, diikuti oleh 26 siswa untuk melatih fokus dan kesabaran.
- Crochet (Merajut): Dipandu oleh Cyrenia Novella Krisnamurti, M.Sc. bersama 2 mahasiswa, menjadi salah satu kelas yang diminati oleh 38 siswa.
- Visual Journaling: Dipandu oleh Prias Hayu Purbaning Tyas, M.Pd. bersama 2 mahasiswa, diikuti oleh 16 siswa untuk merangkai jurnal refleksi secara visual.
- Colouring (Mewarnai): Menjadi kelompok dengan peserta terbanyak, dipandu oleh Arsela bersama 7 mahasiswa lainnya, dan diikuti secara massal oleh sekitar 260 siswa.

Antusiasme Tinggi dan Keberlanjutan Program
Para siswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa di setiap sesi aktivitas seni. Mereka tampak rileks dan menikmati proses mengekspresikan diri tanpa beban. Di akhir acara, banyak peserta yang mengungkapkan kesan positif mereka dan berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang.
Kolaborasi lintas disiplin ilmu antara Prodi BK dan Prodi Pendidikan Matematika ini membuktikan bahwa pendekatan kesehatan mental dapat dikemas secara inovatif, rekreatif, sekaligus edukatif bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, kampus berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan.
Editor : Jean Pierre - Humas




