
USD - Ruang Seminar Driyarkara, Universitas Sanata Dharma, pada Jumat pagi terasa lebih hidup karena dipenuhi oleh 195 dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang berkumpul dalam sebuah kuliah umum bertajuk "Peran Psikologi Komunikasi dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Positif," pada 12 Juni 2026.
Kegiatan ini berlangsung pukul 08.30 hingga 11.00 WIB. Ini menghadirkan Passchedona Henrietta Puji Dwi Astuti Dian Sabatti, M.A., dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, sebagai narasumber tunggal. Hal yang disampaikan dalam kegiatan ini begitu hangat, dengan mengajak peserta merefleksikan kembali cara mereka berkomunikasi di kelas. Di dalam paparannya, beliau menekankan bahwa tantangan terbesar dalam dunia pendidikan bukan sekadar soal penguasaan materi, melainkan bagaimana komunikasi dibangun antara pendidik dan peserta didik. Dengan memperkenalkan sejumlah konsep kunci, mulai dari persepsi interpersonal, komunikasi yang baik, hingga empati sebagai fondasi terciptanya kelas yang kondusif. "Ketika siswa merasa aman secara psikologis, mereka tidak takut salah, tidak takut bertanya, dan tidak takut berbeda pendapat. Di situlah pembelajaran sejati dimulai," ujar beliau.
Kaprodi PBSI, Dr.Setya Tri Nugraha, M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menyebut kuliah umum ini sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai perancang ekosistem belajar yang humanis. Pendidik yang baik bukan hanya yang menguasai ilmunya, tetapi yang mampu membaca dinamika kelas dan merespons kebutuhan emosional peserta didiknya.
Para peserta aktif terlibat sepanjang sesi, khususnya saat diskusi mengenai teknik komunikasi persuasif untuk membangun kedekatan dan meredam ketegangan di kelas. Banyak yang mengaku mendapat perspektif baru tentang bagaimana pilihan kata, nada bicara, hingga bahasa tubuh pendidik berdampak besar pada kenyamanan belajar mahasiswa. Dengan ini, Prodi PBSI Universitas Sanata Dharma berharap dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang dalam membangun relasi dan komunikasi yang bermakna.




