
USD – Universitas Sanata Dharma (USD) menunjukkan komitmen yang kuat terhadap terciptanya lingkungan akademik yang aman dan inklusif dengan menyelenggarakan diskusi bedah buku bertajuk "Safeguarding Culture: Konsep dan Implementasinya Dalam Dunia Pendidikan". Acara ini diselenggarakan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (SATGAS PPKPT) Universitas Sanata Dharma pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Ruang Koendjono, Kampus I Mrican.
Kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk menggali lebih dalam gagasan, nilai, serta praktik baik yang terkandung dalam buku tersebut. Lebih jauh, diskusi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya Budaya Perlindungan (Safeguarding Culture) bagi seluruh Civitas Akademika, terutama kelompok rentan di universitas. Harapannya, acara ini dapat menumbuhkan budaya kampus yang aman, menjadi tempat bertumbuh, berkreasi, dan peduli. Diskusi tersebut tidak hanya bertujuan untuk memahami konsep secara teoretis, tetapi juga untuk menginternalisasi semangat pelaksanaannya melalui penerapan kebijakan, tata kelola, dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari di universitas. Dengan demikian, konsep Safeguarding diharapkan dapat diterapkan secara konkret dalam kehidupan kampus.


Satgas PPKPT USD menghadirkan dua pembicara, yaitu Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., sebagai Ketua Satgas PPKS Universitas Gadjah Mada, dan Dr. Titik Kristiyani, M.Psi., selaku Wakil Rektor III Universitas Sanata Dharma dan Penanggungjawab Satgas PPKPT USD. Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Sanata Dharma, Romo Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., turut hadir untuk menyampaikan tanggapan atas karya yang diulas serta gagasan-gagasan yang perlu dieksplorasi oleh Satgas PPKPT USD. Bedah buku ini dipandu oleh Adventina Putranti, M. Hum., anggota Satgas PPKPT USD.
Pembukaan acara diwarnai dengan penampilan seni dari mahasiswa Bengkel Sastra, Unit Kegiatan Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, dalam bentuk musikalisasi puisi, dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia yang juga adalah Ketua Satgas PPKPT USD, Eduardus Hardika Sandy Atmaja, Ph.D.

Dalam sambutannya, Eduardus menjelaskan bahwa buku Safeguarding Culture adalah hasil kolaborasi gagasan dosen, mahasiswa, dan alumni yang merupakan Satgas PPKPT periode 2025-2027 dan Satgas PPKS periode 2023-2025. Karya tersebut hadir dalam bentuk "Bunga Rampai" yang berhasil merangkum 12 judul tulisan dari 13 penulis. Buku ini merupakan salah satu bentuk usaha serta komitmen Satgas PPKPT untuk membangun budaya aman di lingkungan kampus. “Berawal dari acara ini, marilah kita bersama dapat menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.” Eduardus juga menambahkan bahwa buku tersebut merupakan buku pertama yang diterbitkan oleh Satgas, sehingga tentunya masih membutuhkan kritik dan saran bagi pengembangan karya-karya berikutnya.
Secara substantif, diskusi ini diharapkan menjadi perwujudan komitmen dan usaha bersama untuk mencegah kekerasan yang ada di lingkungan universitas. Melalui inisiatif ini, Universitas Sanata Dharma terus memantapkan langkahnya sebagai institusi yang berupaya menjaga keselamatan dan perlindungan bagi seluruh komunitas akademiknya.
JP/OD/AA - Humas
JP/OD/AA - Humas




