USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Farmasi USD Bersama Dengan Beberapa Program Studi, Terlibat Dalam Jogja Cultural Wellness Festival

diupdate: 11 bulan yang lalu

USD – Universitas Sanata Dharma, melalui Fakultas Farmasi, ikut terlibat dalam pameran "Jogja Cultural Wellness Festival". Fakultas Farmasi diberikan satu stan khusus untuk memamerkan konsep wellness yang holistik, yang dipahami tidak hanya dari apa yang dikonsumsi tetapi juga keseluruhan aspek hidup.

JCWF 2025
‎
‎Kegiatan pameran ini dipersiapkan sangat cepat dan mendadak, dengan waktu persiapan hanya dua minggu. Menanggapi persiapan yang singkat, Dr. apt. Dewi Setyaningsih, selaku Dekan Fakultas Farmasi, menekankan bahwa kegiatan ini sukses terlaksana berkat semangat kolaborasi. Ibu Dewi mengungkapkan, "Dengan kolaborasi, Universitas Sanata Dharma juga dapat menghasilkan hal-hal yang besar dan tentu dapat membawa kontribusi yang lebih terhadap kesehatan masyarakat." Pameran ini merupakan hasil kolaborasi lintas prodi yang luas, melibatkan program studi Teknik Informatika, program studi Sastra, program Doktoral Kajian Budaya, program studi Teknik Mesin, program studi Vokasi, dan Perpustakaan Universitas. Inti dari pameran ini adalah menajamkan kontribusi Universitas Sanata Dharma kepada masyarakat melalui kesehatan, memanfaatkan kekuatan unik yang dimiliki institusi seperti naskah kuno berupa Daun Lontar. "Kita punya kekuatan naskah kuno, kita punya kekuatan lontar, kita punya kekuatan ahli-ahli yang bisa menerjemahkan lontar itu di dalam bahasa Indonesia namanya transliteras", ungkap Ibu Dewi. Konsep pameran berupaya menampilkan pengobatan yang holistik dan wellness yang berakar dari naskah kuno.

JCWF 2025

Sebagai hasil nyata dari kurikulum, mahasiswa Farmasi yang mengambil mata kuliah Eksplorasi Tradisi Pengobatan Nusantara membuat dan menyajikan Jamu Loloh Cemcem dan Jamu Sinom kepada masyarakat. Jamu ini dikembangkan dari kitab Usada Bali. Peran perguruan tinggi adalah memberikan "support evidence" atau bukti ilmiah bagi masyarakat mengenai kegunaan jamu dengan hadir di tengah masyarakat karena lebih dari 50% penduduk Indonesia mengkonsumsi jamu sebagai bagian dari peningkatan kesehatan atau penyembuhan penyakit.

JCWF 2025


Dalam kesempatan kolaborasi melalui pameran ini juga, Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni atau yang dikenal sebagai Gusti Kanjeng Ratu Bendara, berkesempatan untuk menghadiri stan Universitas Sanata Dharma. Melalui kunjungan tersebut, Gusti Kanjeng Ratu Bendara dapat melihat secara langsung hasil dari bentuk kolaborasi dan pengolahan pembuatan jamu yang dibuat oleh mahasiswa sendiri. Gusti Kanjeng Ratu Bendara juga membuat sebuah tulisan pada sebuah kanvas bagi Universitas Sanata Dharma sebagai salah satu universitas yang selalu berupaya untuk berkontribusi bagi masyarakat secara nyata.
‎



JE/DM/GC - Humas

  kembali