
EduFest 2025 adalah festival pendidikan internasional yang menampilkan kompetisi yang berfokus pada strategi inovatif untuk mentransformasi pendidikan akuntansi dalam menghadapi perubahan ekonomi, lingkungan, dan sosial global. EduFest adalah kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang (UM) sejak 2023. Berbeda dengan tahun sebelumnya, EduFest 2025 mengangkat tema "Innovation and Challenges in Sustainable Accounting Education". Fokus EduFest pada tahun ini adalah berpikir kembali tentang pedagogi akuntansi, mendorong transformasi digital, dan mempersiapkan akuntan masa depan sebagai pemimpin yang lebih beretika. Festival ini menjadi wadah bagi para pendidik, mahasiswa, dan profesional untuk menunjukkan kreativitas mereka menjawab tantangan yang bersifat mendesak mengintegrasikan keberlanjutan pembelajaran akuntansi, menginspirasi kolaborasi, dan pertukaran pengetahuan lintas batas dan disiplin keilmuan.
EduFest 2025 menyuguhkan 4 (empat) kategori kompetisi: digital education technology innovation (edtech), educational video, digital educational poster, dan microteaching video. Para mahasiswa Pendidikan Akuntansi (P.Ak), FKIP, USD mengirimkan 6 (enam) tim untuk mengikuti 3 (tiga) kategori kompetisi saja. 5 (lima) tim ternyata menjadi finalis dan 4 (empat) tim mahasiswa diantaranya dinobatkan sebagai juara dalam EduFest 2025. Babak final Edufest 2025 diselenggarakan secara hybrid pada Kamis, 23 Oktober 2025. Pada kategori kompetisi “Microteaching Video” (video pengajaran berbahasa Inggris), 2 (tim) mahasiswa P.Ak USD menjadi juara 1 dan runner-up. The winner of microteaching video (juara 1) diraih oleh tim yang beranggotakan Athanasia Vania Nugroho (P.Ak 22), Adriani Theodora Cisilia Wajur (P.Ak 22), Amanda Alma Kasih Christin (P.Ak 22), dan Vira Adelia Apriyanti (P.Ak 22). Video pengajaran yang mereka angkat adalah “Monetary Policy."


Sementara, runner-up of microteaching video (juara 2) diraih oleh tim yang beranggotakan Katherine Ivana Hadi (P.Ak 22), Eastin Simbolon (P.Ak 22), Claudia Florenza Lola Ananta (P.Ak 22). Video pengajaran yang mereka buat adalah “Inventory Sistems”. Dalam kategori kompetisi “Educational Video” (video pendidikan), The Winner of educational video (juara 1) diraih oleh tim yang beranggotakan Cicilia Viyaya Widyapuspita (P.Ak 22), Lidwina Shinta Prima Aji Sarining Gendis (P.Ak 22), Arnold Mahardika Dwiputra (P.Ak 22), dan Alexander Mirdaus (P.Ak 24). Tema video pendidikan yang dibuat adalah “Don’t leave a grain of rice on our plates!”. Sementara pada kategori “Digital Educational Poster”, tim yang beranggotakan Maria Magdalena Melliana Rolasma Sitanggang (P.Ak 22), Valentinus Yogi Aditama (P.Ak 22), Christina Septi Dwi Lestari (P.Ak 22), Yopitryani Sachia Sihotang (P.Ak 22) meraih runner-up (juara 2). Tema yang diangkat dalam poster yang mereka buat adalah “Improving Student Economic Literacy!”. Tim mahasiswa Pendidikan Akuntansi ini selanjutnya akan mendapatkan piagam penghargaan dan sejumlah uang pembinaan dari panitia. Keikutsertaan para mahasiswa Pendidikan Akuntansi, FKIP, USD dalam ajang ini ternyata memberikan pengalaman yang mendalam dan luar biasa bagi mereka.
“Kompetisi microteaching ini sungguh menantang. Bagi saya menyajikan pengajaran dalam bahasa Inggris secara utuh adalah hal yang belum pernah saya lakukan. Untungnya, pelatihan bahasa Inggris aktif di Prodi P.Ak sangat membantu saya bersama tim untuk dapat melakukannya dengan baik. Fasilitas laboratorium pengajaran mikro di FKIP yang canggih juga sangat membantu kami dalam proses pengerjaan video pengajaran. Terima kasih untuk FKIP, untuk kerja keras tim mahasiswa dan dosen pendamping.” Ungkap Athanasia, salah satu mahasiswa Pendidikan Akuntansi.


Sementara Melli (P.Ak 22) yang mengikuti kompetisi dalam ragam berbeda menyatakan kesan yang berbeda.
“Membuat poster pendidikan ternyata tidaklah mudah, butuh pengkajian yang cermat agar pesan yang tersampaikan melalui poster dapat sampai kepada para pembacanya. Hal yang paling membuat deg-degan luar biasa adalah poster yang dibuat ternyata harus dipresentasikan dalam bahasa Inggris dan saya bersama tim berkewajiban menjawab setiap pertanyaan dari para juri dalam bahasa Inggris juga” ungkapnya.
Dengan capaian dari para mahasiswa yang meraih penghargaan, semua civitas turut berbahagian karena membanggakan almamater dan menjadi salah satu kado yang indah untuk kampusnya “Sanata Dharma” yang tahun ini genap berusia 70 tahun.
Editor: ES - Humas
Dengan capaian dari para mahasiswa yang meraih penghargaan, semua civitas turut berbahagian karena membanggakan almamater dan menjadi salah satu kado yang indah untuk kampusnya “Sanata Dharma” yang tahun ini genap berusia 70 tahun.
Editor: ES - Humas




