USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Gema Harmoni Konser Kolaboratif Melbourne Symphony Orchestra dan Youth Music Camp

diupdate: 12 bulan yang lalu

MSO

Perpaduan harmoni lintas budaya antara Australia dan Indonesia mengalun indah dalam konser kolaborasi antara Melbourne Symphony Orchestra (MSO), peserta Youth Music Camp, dan kesenian tradisional Gejog Lesung. Konser kolaborasi ini mengusung tema “The Harmony of Working Hand in Hand” yang menandai puncak sinergi kerja sama dalam pertukaran kebudayaan melalui bahasa universal: musik dan kesenian. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (16/10) malam di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma (USD).

Dalam menyelenggarakan acara ini, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, yang telah terjalin erat selama satu dekade. Melalui kerja sama sister province agreement, keduanya telah terjalin aktif dalam mengembangkan talenta orkestra para pemuda berbakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hasil dari kerja sama ini melahirkan program-program seperti Youth Music Camp, Art Management Workshop, Internship Program, dan Management Implementation, yang difokuskan untuk mengembangkan penguatan kapasitas seniman muda dan pengelola seni di kedua wilayah.

Konser kolaborasi ini dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, yang kemudian diikuti laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A. Kemudian juga terdapat serangkaian sambutan dari beberapa tokoh, di antaranya dimulai oleh Gita Kamath (Deputy Ambassador Australia), disusul oleh Ni Made Dwipanti Indrayanti (Sekda DIY) yang membacakan sambutan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dan ditutup oleh Richard Wigley selaku Chief Executive Officer Melbourne Symphony Orchestra.

MSO

Puncak acara adalah konser kolaborasi, yang menampilkan 5 musisi MSO, 25 peserta Youth Music Camp, 6 pemain Gejog Lesung tradisional, dan dipimpin oleh konduktor Danny Ceri. Menariknya, sebanyak 25 musisi muda berbakat dari Youth Music Camp telah melewati seleksi ketat dengan bersaing bersama 86 orang pendaftar yang menjalani pelatihan intensif selama sepuluh hari sebelum tampil pada malam acara kolaborasi. Dalam konser ini disajikan perjalanan musik yang beragam, mulai dari Barok hingga modern, serta dari Australia hingga Indonesia. Repertoar yang dibawakan mencakup Concerto Grosso in G Op.6 No.1 (Handel), Palladio (Jenkins), Stars Come Out in a Midnight Sky (Martin), Swedish Traditional (Kristi Du Kom), Sleep (Eric Whitacre), dan ditutup dengan karya lokal Aluna Digdaya dari Vishnu Satyagraha yang sukses menyatukan suara orkestra modern dengan tabuhan Gejog Lesung yang berirama khas Yogyakarta. Perpaduan unik ini menciptakan suasana yang megah sekaligus melambangkan tema semangat gotong royong dan indahnya perbedaan budaya.

Pada penghujung acara terdapat pengumuman kesempatan magang ke Melbourne bagi dua peserta terbaik Youth Music Camp 2025. Satu presentasi terbaik dari Art Management Workshop disampaikan secara langsung oleh Chief Executive Officer MSO, Richard Wigley, bersamaan dengan apresiasinya terhadap antusiasme para musisi muda Indonesia serta para penonton yang hadir memeriahkan acara. Richard Wigley juga menyampaikan bahwa adanya konser kolaborasi ini diharapkan dapat mempererat hubungan budaya yang telah lama terjalin antara Victoria dan Yogyakarta.


MSO

Konser tersebut menarik antusiasme tinggi dari masyarakat, di mana 1.200 kursi di Auditorium Driyarkara terisi penuh oleh berbagai kalangan masyarakat Jogja. Tiket konser gratis yang disediakan melalui reservasi daring ludes dalam waktu singkat sebanyak 600 tiket. Universitas Sanata Dharma sebagai tuan rumah turut mendukung terselenggaranya acara ini, menjadi wadah pertemuan antara musisi, pelajar, dan masyarakat dalam merayakan harmoni lintas budaya.
 



SH/W - Humas

  kembali