USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Persembahan Grego Julius Penuhi Auditorium Driyarkara dengan Sukacita dan Doa

diupdate: 12 bulan yang lalu

Orkestra 2025

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, saat konser Grego Julius Orchestra bertajuk “Simfoni bagi Sang Pencipta: Saat Nada Menjadi Doa”digelar dengan meriah dan penuh kehangatan. 

Acara dibuka dengan sambutan hangat kepada para tamu kehormatan, termasuk Romo, Pendeta, Bruder, Suster, serta seluruh hadirin dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri. Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada para penikmat musik rohani yang datang dari Yogyakarta, Klaten, Surabaya, Malang, Jakarta, hingga negara seperti Jerman, Jepang, Singapura, dan Afrika.Konser diawali dengan lagu kebangsaan IndonesiaRaya sebelum para penyanyi dan kelompok paduan suara tampil mempersembahkan karya-karya ciptaan Grego Julius. Seluruh lagu dalam konser dikemas sebagai simfoni indah dan doa penuh cinta bagi Sang Pencipta.

Orkestra 2025

Grego Julius, pencipta lagu sekaligus konduktor utama konser ini, merupakan tokoh yang dikenal luas karena dedikasi dan semangatnya dalam dunia musik rohani. Lahir di Klaten pada 25 September 1954, ia menempuh pendidikan di berbagai universitas ternama seperti Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Gadjah Mada, dan Santa Barbara University di California. Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan musik formal, semangat dan ketulusannya melahirkan karya-karya yang menggugah jiwa. Grego Julius mendedikasikan hidupnya untuk musik dan lagu rohani sebagai bentuk ungkapan syukur. Bagi Grego Julius “Tidak ada nada yang terlalu tinggi jika hati menyala.”

Orkestra 2025

Acara juga diwarnai dengan pembagian doorprize kepada para peserta melalui nomor barcode registrasi serta pemberian apresiasi kepada para pengisi acara dan pendukung konser. Selain itu, souvenir kenang-kenangan diserahkan langsung oleh Grego Julius kepada para pendukung dan kontributor utama sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan atas kerja sama mereka dalam menghadirkan malam penuh harmoni dan doa.Dengan kehangatan dan semangat kebersamaan, konser “Simfoni bagi Sang Pencipta” menjadi bukti bahwa musik dapat menjadi sarana doa dan refleksi iman yang menyentuh hati setiap pendengarnya.
 


A/W/D - Humas

  kembali