
Universitas Sanata Dharma (USD) berpartisipasi dalam 2025 Management Conference dan 26th General Assembly Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA) yang diselenggarakan di Doshisha University, Kyoto, Jepang, pada 14-15 Oktober 2025. Rektor, Albertus Bagus Laksana SJ, S.S., Ph.D., bersama Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Caecilia Tutyandari, Ph.D., mewakili USD dalam kegiatan Konferensi Manajemen dan Sidang Umum ACUCA ini. ACUCA merupakan asosiasi institusi pendidikan tinggi Kristen di Asia yang didirikan pada Desember 1976.
Organisasi ini memiliki mandat komprehensif untuk mewujudkan komunitas sejati institusi Kristen di kawasan Asia melalui kerja sama yang erat untuk saling menguntungkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di mana mereka berada. Saat ini ACUCA memiliki 65 institusi anggota dari 9 negara/wilayah di Asia, yaitu Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Myanmar, Filipina, Taiwan, dan Thailand. Universitas Sanata Dharma adalah salah satu anggota ACUCA dari Indonesia.
Konferensi ACUCA tahun ini mengangkat tema "Future of Christian Universities in Asia: Christian Values in Religio-Cultural Diversity" yang membahas prospek masa depan universitas dan perguruan tinggi Kristen di Asia dalam menghadapi tantangan dunia yang terus berubah. Konferensi yang dilaksanakan pada Selasa, 14 Oktober 2025 ini membahas berbagai isu strategis terkait pendidikan tinggi Kristen, meliputi kontekstualisasi nilai-nilai Kristiani, keberagaman agama dan budaya, inklusivitas, toleransi, dialog intelektual, dan penjaminan mutu pendidikan.

Konferensi juga mengeksplorasi peran institusi pendidikan tinggi Kristen dalam mempromosikan keadilan sosial, kesetaraan, dan keterlibatan masyarakat melalui pendidikan, serta memfasilitasi jaringan dan kolaborasi di antara pendidik, praktisi, dan akademisi. Sementara itu, Sidang Umum ACUCA ke-26 dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Oktober 2025. Sidang membahas agenda bisnis, termasuk ratifikasi tindakan Komite Eksekutif, laporan Sekretaris, ratifikasi anggaran untuk tahun fiskal 2026-2027, dan presentasi sertifikat keanggotaan kepada institusi anggota baru. Selain agenda sidang, para peserta sidang juga berkesempatan mengikuti tur budaya ke beberapa situs bersejarah di Kyoto.

Konferensi juga mengeksplorasi peran institusi pendidikan tinggi Kristen dalam mempromosikan keadilan sosial, kesetaraan, dan keterlibatan masyarakat melalui pendidikan, serta memfasilitasi jaringan dan kolaborasi di antara pendidik, praktisi, dan akademisi. Sementara itu, Sidang Umum ACUCA ke-26 dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Oktober 2025. Sidang membahas agenda bisnis, termasuk ratifikasi tindakan Komite Eksekutif, laporan Sekretaris, ratifikasi anggaran untuk tahun fiskal 2026-2027, dan presentasi sertifikat keanggotaan kepada institusi anggota baru. Selain agenda sidang, para peserta sidang juga berkesempatan mengikuti tur budaya ke beberapa situs bersejarah di Kyoto.
Keikutsertaan delegasi USD dalam konferensi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan kerja sama internasional serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan universitas-universitas Kristen lainnya di Asia. Hal ini ditegaskan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Caecilia Tutyandari.
“Melalui keterlibatan dalam ACUCA, diharapkan jaringan kerjasama internasional USD semakin menguat, khususnya dalam program pertukaran mahasiswa melalui Student Mobility Scheme (SMS), program beasiswa dosen melalui Faculty Mobility Scheme (FMS),” pungkasnya.
AFH/Rektorat




