
Yogyakarta, 15 Oktober 2025 – Universitas Sanata Dharma (USD) mengirimkan sejumlah dosennya untuk melakukan kunjungan ke Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Minggu (13/10/2025). Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut yang didasari oleh keluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-70 terkait serangan hama tikus yang saat itu mengancam lahan pertanian warga. Kondisi tersebut mendorong para dosen pembimbing lapangan untuk menindaklanjuti dengan langsung turun ke lokasi.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-70 melaporkan adanya serangan hama tikus yang telah menyebabkan kerusakan pada tanaman padi dan menurunkan hasil panen petani. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga sehingga menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sedang menjalankan program pengabdian di desa tersebut. Keluhan tersebut kemudian dikonsultasikan kepada para dosen pembimbing lapangan (DPL), di antaranya A. Prasetyadi M.Si., Ph.D. dari Fakultas Sains dan Teknologi, Ir. Eko Aris Budi Cahyono, M. Eng. selaku perwakilan LPPM, dan Dr. Yohanes Dwiatmaka dari Fakultas Farmasi yang kemudian ditindaklanjuti juga bersama Dr. Yohanes Harsoyo, M. Si. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Administrasi.


Kunjungan ini merupakan bentuk dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan ini, para dosen USD berupaya membantu masyarakat mengatasi masalah pertanian, terutama serangan hama tikus yang berdampak pada hasil panen. Agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis USD dan kepedulian terhadap masyarakat pedesaan.
Dalam kunjungan tersebut, tim dosen memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat desa mengenai solusi untuk mengatasi hama tikus tersebut. Beberapa solusi telah ditawarkan dan telah dicoba, mulai dari penggunaan ultrasonic kejut listrik hingga bahan fermentasi. Hasil paling menjanjikan diperoleh dari pemasangan pagar plastik dan perangkap bubu (wuwu) di area persawahan. Namun, tikus cenderung berpindah ke sawah yang belum dipagari. Oleh karena itu, diperlukan pemasangan bubu secara luas.


Kegiatan ini akan terus berkelanjutan dengan dipantau hingga hasilnya terlihat jelas. Mahasiswa KKN dan dosen pembimbing mereka akan memantau efektivitas metode perangkap bubu dan pagar plastik dalam mengurangi serangan tikus di sawah-sawah warga.
Melalui kegiatan di Desa Bajo, USD menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Kunjungan ini tidak hanya untuk menanggapi keluhan dari mahasiswa KKN, tetapi juga menunjukkan peran perguruan tinggi secara nyata dalam membantu masyarakat memecahkan persoalan yang sedang mereka hadapi.
SH/BA - Humas




