USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Dialog Kebangsaan USD 2025 Soroti Peran Mahasiswa di Tengah Krisis Demokrasi

diupdate: 1 tahun yang lalu

dialog kebangsaan

USD - Sabtu, 11 Oktober 2025 Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan acara Dialog Kebangsaan dengan mengusung tema “Berpikir Untuk Aksi Masa Depan Bangsa di Tengah Krisis Demokrasi.” Acara diadakan di Gedung Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma dan dikoordinasikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sanata Dharma yang berkolaborasi dengan Pusat Kajian Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia (PUSDEMA). Pada kesempatan ini, acara dimoderatori oleh perwakilan mahasiswa, Kalef Sigalingging dengan menghadirkan narasumber seorang content creator, Cania Citta. Peserta dialog terbuka untuk kalangan umum mulai dari akademisi hingga masyarakat.

Acara diawali dengan kata sambutan oleh Presiden BEM Universitas Sanata Dharma, Joshua Nico Manurung. Dalam sambutannya, Ia mengungkapkan refleksi yang mendasari penyelenggaraan Dialog Kebangsaan ini.

“80 tahun kita dinyatakan merdeka pada tahun ‘45, dan kita juga melihat sistem pemerintahan kita, yaitu sistem pemerintahan demokrasi. Lalu refleksi yang ingin saya ajak untuk dilakukan sekarang adalah apakah demokrasi itu sudah dilaksanakan? Maka dari itu, saya selaku ketua BEM Universitas Sanata Dharma mengajak rekan-rekan sekalian untuk sadar dan melek terhadap situasi Indonesia saat ini,” ujar Nico.

Romo Albertus Bagus Laksana, SJ, S.S., Ph.D, sebagai rektor Universitas Sanata Dharma berkesempatan untuk mengikuti acara dan memberikan sambutan pula terhadap acara Dialog Kebangsaan. Ia menyampaikan opininya terkait keberadaan mahasiswa di tengah kondisi demokrasi bangsa saat ini.

dialog kebangsaan

“Politik adalah kemampuan kita untuk menentukan bahwa kita mau melakukan hal-hal yang baik menurut cita-cita kita. Power adalah kemampuan aktual untuk melakukan apa yang baik yang tadi disepakati. Sebetulnya politik yang baik adalah ketika dua hal tadi bersatu. Apa yang baik yang kita sepakati, maka kita lakukan,” papar Romo Bagus.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan inti acara yaitu pemaparan materi oleh Cania Citta. Ia menyampaikan materi dengan judul Mahasiswa dan Perubahan Sosial. Dijelaskan di dalamnya, bagaimana mahasiswa bisa merealisasikan perubahan.

“Perubahan memerlukan 2 hal, tujuan yang jelas dan pemahaman realitas yang benar. Pertama, prinsip berorientasi tujuan. Artinya tindakan, pilihan, dan keputusan selalu mengacu pada apa yang menjadi tujuan, kebutuhan, atau apa yang dicari dalam keputusan. Kedua, peta realitas. Peta realitas berisi pemahaman terhadap konsekuensi atau cause and effect yang ada di semesta tempat kita hidup. Kesimpulannya, perubahan terjadi ketika ada tujuan jelas, peta realitas yang tepat, dan langkah yang dijalankan,” jelas Cania.

dialog kebangsaan

Pemaparan materi kemudian disambut dengan antusiasme dari peserta dialog. Dialog dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan Cania Citta. Acara kemudian ditutup dengan persembahan berupa penampilan audio visual puisi, nyanyian Ibu Pertiwi, dan tarian dari Komunitas Pakat Dayak ditampilkan.
 
AK/VG/GK - Humas

  kembali