USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mahasiswa USD Menangkan Perunggu dalam Porprov DIY XI 2011

diupdate: 15 tahun yang lalu


Felicia Putri Hernant (mahasiswi Prodi Farmasi) dan Halymurti Bayu Putranto (mahasiswa Prodi Teknik Mesin), wakil mahasiswa USD berhasil menyumbang medali perunggu dalam Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) DIY XI, cabang olahraga Kempo yang digelar di Auditorium UPN, Yogyakarta (28/10/11). Mereka adalah mahasiswa USD yang dipanggil menjadi atlet Kabupaten Sleman, bidang olahraga Kempo, dalam Porprov DIY XI tahun 2011.
Latihan keras mereka tidak sia-sia, mereka mendapatkan 3 medali perunggu di kelas yang berbeda. Felicia Putri Hernant, menyabet medali perunggu di kategori Randori (tarung) kelas 54-57 kg, serta mendapat medali perunggu di kategori Embu (gerakan) Beregu. Sementara Halymurti Bayu Putranto, merebut medali perunggu di kategori Randori kelas 60-65 kg. Sebelum terjun sebagai atlet kempo Kab. Sleman, mereka berdua tergabung dalam Dojo Kempo  Unit Kegiatan Mahasiswa USD.
Felicia Putri Hernant sebelumnya pernah mendapatkan medali emas dalam kategori Embu Berpasangan pada kejuaraan provinsi yang diselenggarakan di Bantul. Felice, begitu ia akrab disapa, menuturkan bahwa ia sudah memberikan yang terbaik namun belum mendapatkan hasil yang maksimal. "Saya sudah berusaha keras, namun dalam kategori Randori saya belum bisa maksimal. Saya agak kecewa, target utama saya adalah emas namun saya bertemu lawan yang kuat. Dalam semifinal saya bertemu saudara dari Kab. Sleman yang cukup keras. Akhirnya saya kalah, namun saya tetap berbangga. Pada kesempatan berikutnya saya akan mengejar emas," tuturnya.
Felice, sudah mempersiapkan diri sejak lama untuk Porprov DIY XI-2011, mulai dari latihan intensif hingga diet ketat ia lakukan. "Demi emas, saya menurunkan berat badan saya hingga 8 kg," imbuhnya.
Sementara Halymurti Bayu Putranto, mengaku cukup puas dengan medali yang ia peroleh. Ia juga sempat kecewa dengan keputusan sempai yang tidak memberinya angka, namun ia tetap berbesar hati mengakui kekalahannya. "Saya sedikit kecewa, saya merasa masuk final, namun sempai memiliki keputusan lain. Saya belum beruntung, mungkin ini jalan terbaik dari Tuhan. Berikutnya saya akan berusaha lebih baik lagi," ungkapnya.
Putra, begitu ia akrab dipanggil mengaku sudah memotivasi dirinya sebelum bertanding. Ini menjadi pertandingan pertama baginya, ia mengaku masih banyak yang harus ia perbaiki dalam menghadapi pertandingan berikutnya. Ia juga berharap agar dapat masuk ke final dan meraih emas di kesempatan berikutnya.
"Keberanian perlu dipupuk dalam diri kita, musuh terberat bukan dari orang lain melainkan dari diri sendiri. Apakah kita cukup berani untuk menang atas diri sendiri? Pertarungan sesungguhnya adalah dengan diri kita sendiri, Kempo membantu saya untuk melatih emosi saya. Beladiri manapun termasuk Kempo bukan untuk dipamerkan tapi untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata bersama masyarakat," pesannya. Ia juga menambahkan bahwa filosofi dari Kempo adalah persaudaraan bukan perkumpulan, jadi siapa saja yang sudah terdaftar sebagai anggota Kempo dapat berlatih di Dojo Kempo mana saja.
Pohon akan berbuah ranum jika dirawat degan baik, hasil jerih payah akan kita peroleh jika kita berusaha. Mereka akan terus bersemangat, berjuang, dan berdoa agar dapat meraih hasil maksimal dalam kesempatan berikutnya. (Cell)

  kembali