
USD - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sanata Dharma (USD) berkolaborasi dengan BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USD menyelenggarakan program Aksi Tanggap Mengajar (ATM) untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada anak dan remaja. Program yang berlangsung setiap Sabtu selama bulan September 2025 ini menargetkan 35 peserta dari Yayasan Hamba Yogyakarta.
Acara pembuka dilaksanakan pada Sabtu, 6 September 2025, di Yayasan Hamba Yogyakarta dengan menghadirkan Wakil Rektor III USD, Dr. Titik Kristiyani, M.Psi., dan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman sebagai narasumber utama.
"Kegiatan ini merupakan bentuk inisiatif mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui program yang inspiratif dan berkelanjutan," ujar Dr. Titik Kristiyani dalam sambutannya.
Program ATM yang terdiri dari empat pertemuan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan praktis di berbagai bidang. Topik pertama mengenai edukasi kebencanaan difasilitasi BPBD Sleman, dilanjutkan dengan pengelolaan sampah oleh Green Team USD, relasi sehat dan pencegahan kekerasan seksual oleh Tim PPKPT USD, serta kebersihan gigi oleh mahasiswa kedokteran gigi UGM.

Pada sesi edukasi kebencanaan, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai jenis bencana alam, penyebab terjadinya, dan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sejak usia dini. Tim volunteer mahasiswa menyajikan materi melalui pendekatan praktik langsung, termasuk simulasi proses letusan gunung api menggunakan bahan-bahan sederhana.

Pada sesi edukasi kebencanaan, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai jenis bencana alam, penyebab terjadinya, dan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sejak usia dini. Tim volunteer mahasiswa menyajikan materi melalui pendekatan praktik langsung, termasuk simulasi proses letusan gunung api menggunakan bahan-bahan sederhana.
"Metode simulasi ini dirancang agar anak-anak dapat memahami konsep ilmiah dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna," jelaskan salah satu volunteer ATM.
Kegiatan ini selaras dengan Universal Apostolic Preferences (UAP) Serikat Jesuit, khususnya prinsip "Berjalan Bersama yang Terpinggirkan", "Berjalan Bersama Orang Muda", dan "Merawat Rumah Bersama". Melalui program ini, mahasiswa hadir untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak yang membutuhkan sambil menumbuhkan kesadaran lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.


Yayasan Hamba Yogyakarta yang menjadi mitra kegiatan merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) independen yang tidak berafiliasi pada agama tertentu dan terbuka bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.
BEM USD dan BEM FKIP USD berharap program ATM dapat terus menumbuhkan kesadaran dan kemampuan anak-anak dalam menghadapi tantangan lingkungan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif di tengah masyarakat.
Program ATM akan berlanjut hingga akhir September 2025 dengan tiga topik pembelajaran lainnya yang tak kalah penting untuk perkembangan anak dan remaja.
(CW-Kemahasiswaan)




