Membangun Social Entrepreneurship Melalui Seni Budaya Nusantara, demikianlah tema Dies Natalis ke-56 Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Acara pembukaan dies natalis USD Minggu (23/10) kemarin ditandai dengan pelepasan balon oleh wakil dari Yayasan Sanata Dharma, diikuti pelepasan balon oleh para peserta dan anak-anak. Ketua panitia, Gregorius Punto Aji menyatakan bahwa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang menyajikan acara jalan sehat, pembukaan dies natalis tahun ini dilakukan dengan senam aerobik bersama. Acara senam aerobik ini diikuti oleh karyawan-dosen beserta anggota keluarganya di lapangan sepak bola USD, kampus Mrican. Dalam acara berikutnya panitia memberikan kesempatan kepada beberapa komunitas di USD untuk mengekspresikan seni budaya mereka di panggung terbuka kampus Mrican.
Parade seni diawali dengan penampilan kelompok mahasiswa Timor Leste yang menyajikan lagu-lagu daerah, disusul dengan kelompok Pakat Dayak yang menyajikan tari-tarian dari daerah Kalimantan. Tak mau kalah dengan yang dewasa, kelompok Sekar Jepun Anak juga mempersembahkan tari-tarian Bali. Kelompok berikutnya yang juga tampil adalah rekan-rekan dari Atambua, Belu, NTT. Mereka membawakan tari Lipurai (Menguasai Bumi).
Pada acara pembukaan dies natalis ini, USD juga memberikan kesempatan kepada kelompok Jathilan dari kecamatan Cangkringan untuk mengisi acara. Wilayah Cangkringan menjadi lokasi KKN para mahasiswa USD. Dengan demikian, ada ikatan emosional antara masyarakat Cangkringan dengan USD. Dengan personel dan uba rampe yang lengkap, para penari, sinden, pemain gamelan, dan segenap crew jathilan seolah mampu menghipnotis para hadirin untuk tidak beranjak dari tempat pertunjukan sampai acara jathilan usai.
Tema 'Membangun Social Entrepreneurship Melalui Seni Budaya Nusantara' didaratkan oleh kelompok Grisadha dengan tari 'jual jamu'. Tarian ini menggambarkan sukacita dan perjalanan para wanita penjual jamu. Penyajian tari yang atraktif dan terkesan jenaka ini mampu membuat suasana menjadi segar dan penuh dengan tawa di tengah-tengah pembagian door price yang memperbutkan hadiah utama sebuah sepeda motor. Kemeriahan suasana juga didukung oleh Rektor USD, Dr. P. Wiryono Priyotamtama, SJ yang juga ambil bagian dalam pentas seni ini dengan menyanyikan sebuah lagu Can't Help Falling in Love dalam iringan keroncong. Suasana kekeluargaan nampak kental dengan berkumpulnya dosen dan karyawan baik yang masih aktif maupun yang sudah purnakarya beserta dengan anggota keluarganya. Sambil menikmati santap bersama, panitia menyiapkan acara hiburan untuk para orang tua. Sedangkan untuk anak-anak, panitia menyiapkan beberapa lomba, diantaranya mewarnai, menggambar, membaca cerita, mengarang, dan lain-lain. (BST)




