
USD - Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) bersama Dexa Group menyelenggarakan Expertise Exchange Program selama tiga hari (5-7 Agustus 2025) di PT Ferron Par Pharmaceuticals (PT FPP), Kawasan Industri Jababeka, Cikarang.
Program yang diikuti enam dosen Fakultas Farmasi USD ini bertujuan menjembatani kesenjangan keilmuan antara dunia akademik dan industri farmasi. Peserta terdiri dari Dr. apt. Rini Dwiastuti, Dr. apt. Wahyuning Setyani, Dr. apt. Erna Tri Wulandari, Dr. Jeffry Julianus, apt. Handika Immanuel M.Si., dan Stephanus Satria Wira Waskitha M.Sc.
"Program ini merupakan bentuk kolaborasi strategis untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan nyata industri farmasi," kata salah satu perwakilan program.
Kegiatan difokuskan pada identifikasi kesenjangan keilmuan yang sering ditemukan antara lulusan fresh graduate program studi farmasi dan apoteker dengan ekspektasi industri farmasi saat ini.
Forum diskusi intensif membahas peran lulusan apoteker dalam berbagai lini kerja industri farmasi, mulai dari hulu hingga hilir. Topik diskusi meliputi pengadaan bahan baku obat, Production Planning and Inventory Control (PPIC), proses produksi, sistem mutu industri farmasi, quality control, quality assurance, hingga pharmacovigilance.

Para dosen juga berkesempatan mengunjungi langsung fasilitas produksi PT FPP di Cikarang. Kunjungan ini memberikan pemahaman konkret tentang keterkaitan antara teori di perguruan tinggi dengan praktik industri.
"Melalui kunjungan ini, peserta dapat mengamati langsung proses dan standar operasional yang diterapkan dalam industri farmasi modern," ungkap pihak penyelenggara.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal berkelanjutan dalam memperkuat kemitraan USD-Dexa Group. Selain sebagai media pertukaran pengetahuan, kegiatan bertujuan memperkaya kurikulum pendidikan farmasi agar relevan dengan kebutuhan industri.
Luaran langsung dari program ini adalah update modul pembelajaran yang segera diimplementasikan untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Dalam jangka panjang, sinergi ini diharapkan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan farmasi Indonesia dan mendukung pembangunan sektor kesehatan nasional melalui penguatan SDM kompeten di bidang kefarmasian.




