USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sarasehan Spiritualitas Ignasian Ajak Mahasiswa Menemukan Makna Hidup Lewat Refleksi dan Aksi

diupdate: 1 tahun yang lalu

SARASEHAN IGNASIAN 26 JULI 2025

USD - Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Sanata Dharma (USD) ke-70 bertema “Sanyata ing Dharma”, Campus Ministry USD menyelenggarakan Sarasehan Spiritualitas Ignasian pada Sabtu, 26 Juli 2025 di Ruang Koendjono, Gedung Pusat Lt. 4, Kampus II Mrican. Acara ini mengusung tema “Spiritualitas Ignasian: Sebuah Perjalanan Refleksi, Aksi, dan Pencarian Makna bagi Orang Muda”.

Sarasehan ini menghadirkan Romo Agustinus Setyodarmono, S.J. sebagai narasumber utama. Romo Agustinus, yang juga menjabat sebagai Koordinator Formasi Awam Sahabat Ignasius, menekankan bahwa spiritualitas bukan hanya bagian dari kehidupan religius, tetapi juga menjadi jalan pembentukan kepribadian yang mendalam, terutama bagi orang muda.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dimoderatori oleh Fr. Jakobus Aditya Christie Manggala, S.J. dan menghadirkan sesi sharing komunitas mahasiswa dari berbagai kelompok aktif di USD, antara lain Cana Community, Komunitas Paingan, English Mass Community (EMC), Forum Biarawan Biarawati (FBB), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teologi, Jalinan Kasih Mahasiswa Katolik (JKMK), serta Himpunan Mahasiswa Kateketik (Himka).

SARASEHAN IGNASIAN 26 JULI 2025

Dalam sesi sharing, para anggota komunitas membagikan pengalaman mereka dalam mendalami spiritualitas Ignasian di tengah dinamika kehidupan kampus. Mereka menceritakan bagaimana proses refleksi, aksi sosial, dan kebersamaan komunitas memberi makna baru dalam perjalanan iman dan identitas pribadi sebagai orang muda Katolik.

“Spiritualitas Ignasian bukan sekadar doa atau refleksi pribadi. Ia adalah cara hidup yang memampukan kita untuk terus berkarya, melihat Tuhan dalam segala sesuatu, dan menjawab panggilan zaman dengan tindakan nyata,” ujar Romo Adit.

Sarasehan ini menjadi wadah dialog yang menyatukan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial. Melalui pendekatan Ignasian yang mengedepankan discernment (pembedaan roh), para peserta diajak untuk mengenali dinamika batin dan membuat pilihan-pilihan yang berdasar pada kasih dan pelayanan. Selain memperluas wawasan, acara ini juga menjadi ruang tumbuh bagi semangat Ignasian yang relevan dalam konteks masa kini.

SARASEHAN IGNASIAN 26 JULI 2025

“Dengan refleksi dan discernment, orang muda bisa mengarahkan hidupnya pada pelayanan dan keterlibatan sosial, bukan hanya untuk dirinya sendiri,” tambah Romo Agustinus, menutup pemaparannya.

Kegiatan ini juga didukung dengan fasilitas e-sertifikat, makan siang, dan snack, sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang terlibat aktif. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa spiritualitas Ignasian tetap relevan dan hidup, menjadi kekuatan bagi generasi muda untuk tetap tangguh, reflektif, dan terlibat dalam dunia.


Aura Pallomitha Rafiona 
 

  kembali