
USD – Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) melalui pelatihan robotik dan pemrograman di MTs Guppi Jatiroto, Wonogiri, pada Kamis, 19 Juni 2025. Kegiatan bertajuk “Belajar Robotik dan Coding untuk Mengembangkan Kreativitas dan Inovasi Siswa MTs Guppi Jatiroto” ini membuka wawasan baru bagi para siswa terhadap dunia teknologi.
Pelatihan tersebut dipimpin oleh Ir. Eko Arianto, S.T., M.T., dengan anggota tim Ir. Agus Siswoyo, S.T., M.T., Ir. Ant. Hendro Noviyanto, S.T., M.T., dan Agatha Mahardika, M.Sc., serta dua mahasiswa pendamping. Para peserta diajak belajar tentang dasar-dasar robotik dan pemrograman berbasis blok menggunakan media robot edukasi.


“Banyak dari siswa di sini belum pernah menggunakan komputer, apalagi melihat robot secara langsung. Tapi semangat mereka luar biasa. Kami ingin membuka cakrawala agar mereka berani bercita-cita menjadi insinyur atau ilmuwan,” ungkap Ir. Eko Arianto.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para siswa tampak aktif mengikuti sesi demi sesi, termasuk seorang siswa berkebutuhan khusus yang menunjukkan semangat besar saat mencoba memprogram robot.
Kepala MTs Guppi Jatiroto, Sutarno, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tim pengabdian. “Kami tidak memiliki banyak fasilitas, tetapi kami percaya pendidikan bisa mengubah masa depan anak-anak kami. Kehadiran Universitas Sanata Dharma menjadi harapan baru bagi kami,” tuturnya.


MTs Guppi Jatiroto merupakan sekolah swasta yang dikelola dengan sumber daya terbatas. Mayoritas guru merupakan tenaga honorer, dan sekolah menampung siswa dari berbagai latar belakang, termasuk yang kurang mampu secara ekonomi maupun berkebutuhan khusus.
Pelatihan ini juga memberi inspirasi bagi para guru untuk mulai mengintegrasikan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam kegiatan belajar mengajar, meskipun dengan fasilitas yang sederhana.
Melalui kegiatan ini, Universitas Sanata Dharma menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan transformatif hingga ke pelosok desa. Tim pengabdian berharap program ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan demi mendukung pemerataan akses terhadap teknologi dan pendidikan yang berkualitas.




