USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Fakultas Sastra Tambah Dua Doktor Baru, Perkuat Keilmuan Sejarah dan Linguistik

diupdate: 1 tahun yang lalu

Fakultas Sastra Tambah Dua Doktor Baru

USD – Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) kembali menambah kekuatan akademiknya dengan hadirnya dua doktor baru yang telah menyelesaikan studi doktoral pada semester genap tahun akademik ini. Mereka adalah Dr. Heri Priyatmoko, M.A. dari Program Studi Sejarah dan Dr. Arina Isti’anah, M.Hum. dari Program Studi Sastra Inggris.

Keduanya berhasil meraih gelar doktor dengan dukungan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan bertambahnya dua doktor tersebut, Fakultas Sastra kini memiliki total 13 doktor aktif, dan Dr. Heri menjadi satu-satunya doktor di Program Studi Sejarah.
 
Dr. Heri Priyatmoko menyelesaikan studi doktoralnya di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang. Ujian terbuka disertasinya digelar pada Rabu, 17 Juni 2025. Dalam disertasinya yang berjudul “Algemene Middelbare School di Surakarta 1926–1932: Pendidikan Multikultural dan Penguatan Nasionalisme di Negeri Koloni”, Heri menyingkap konsep “nasionalisme kebudayaan Indonesia” serta “genealogi pengetahuan kebudayaan Indonesia” sebagai kontribusi baru bagi kajian sejarah pendidikan di Indonesia.

Fakultas Sastra Tambah Dua Doktor Baru
 
Melalui riset mendalam berbasis sumber primer dan analisis tajam, Heri juga membantah beberapa temuan peneliti sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa topik yang digarapnya masih sangat langka. “Saya seperti babad alas. Butuh energi besar, topangan dana tidak sedikit, dan menghabiskan banyak waktu, karena memang belum ada ilmuwan lain yang menggarap topik ini,” ujarnya. Heri menempuh masa studi selama 2 tahun 10 bulan, lulus dengan predikat cumlaude dan IPK sempurna 4,0. Ia menerima beasiswa dari jalur “Pelaku Budaya” LPDP.
 
Sementara itu, Dr. Arina Isti’anah, M.Hum. mempertahankan disertasinya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada pada Kamis, 10 Juli 2025. Disertasi berjudul “Analisis Wacana Ekologis dalam Promosi Pariwisata Indonesia: Sistem Evaluasi Bahasa” ini menggabungkan kepekaan ekologis dengan ketelitian linguistik. Penelitian Arina mengeksplorasi ideologi di balik penggunaan bahasa dalam promosi pariwisata, dengan pendekatan analisis wacana ekologis berbasis korpus.

Fakultas Sastra Tambah Dua Doktor Baru
 
Dalam risetnya, Arina mengungkap bahwa promosi pariwisata kerap merepresentasikan alam Indonesia sebagai surga eksotis nan murni, namun secara bersamaan juga menjadikannya objek eksploitasi dalam kerangka kapitalisme dan neoliberalisme. Situs resmi pariwisata nasional, www.indonesia.travel, menurutnya, menggunakan strategi linguistik seperti metafora, kuantifikasi, dan eksotisasi untuk membingkai alam sebagai komoditas wisata. “Wacana pariwisata yang diklaim berwawasan lingkungan sering kali terjebak dalam praktik ‘greenwashing’,” tegasnya.
 
Dr. Arina menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu kurang dari empat tahun dengan IPK 3,98, serta menghasilkan 14 publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, baik internasional maupun nasional. Ia menyampaikan bahwa penelitian ini masih memiliki ruang pengembangan lebih lanjut, khususnya melalui pendekatan multimodal dan studi perbandingan lintas bahasa.
Kehadiran dua doktor baru ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kapasitas akademik Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma, sekaligus memperluas kontribusi keilmuan dalam bidang sejarah dan linguistik di tingkat nasional maupun internasional.


(Tti)

  kembali