
USD - 28 Juni 2025, Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Workshop Coding Robot: Pendekatan Praktis dan Menyenangkan di SD Kanisius Wonosari II, Gunung Kidul. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di kalangan siswa sekolah dasar serta memperkuat kapasitas guru dalam mengintegrasikan teknologi robotika ke dalam pembelajaran pascapandemi.
Workshop yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh 32 siswa kelas V dan dua guru pendamping. Melalui pendekatan hands-on menggunakan platform mBlock dan robot edukatif Codey Rocky, para siswa diajak belajar memprogram gerak robot, sensor cahaya dan suara, hingga simulasi robot penghindar rintangan secara interaktif.
Evaluasi pembelajaran menunjukkan dampak positif yang signifikan. Rata-rata nilai peserta meningkat dari skor pre-test 42,3 menjadi 78,6 pada post-test, dengan p-value < 0,001. Sebanyak 86% peserta berhasil menyusun kode secara mandiri, dan 92% siswa menyatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik.


Dampak serupa juga dirasakan para guru pendamping. Kemampuan mereka dalam mengoperasikan mBlock serta menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis robotika meningkat sebesar 70%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini turut berkontribusi pada penguatan kapasitas pendidik dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0.
Tim pengabdi dari Fakultas Vokasi USD terdiri dari Agus Siswoyo, Antonius Hendro Noviyanto, Eko Arianto, dan Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami. Mereka menekankan kebaruan ilmiah dari kegiatan ini, yang menggabungkan integrasi teknologi mBlock dan Codey Rocky dirancang khusus untuk anak-anak dengan metode game-based learning dan pembelajaran kolaboratif. Program ini juga dirancang untuk berkelanjutan melalui pelibatan aktif para guru.


Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan alat (hanya tersedia enam unit robot untuk 32 siswa) dan kendala konektivitas, workshop ini tetap terlaksana dengan baik dan membuktikan efektivitas pendekatan berbasis proyek kolaboratif dalam meningkatkan literasi digital di sekolah dengan keterbatasan sumber daya.
Sebagai tindak lanjut, telah dibentuk Kelompok Robotika Sekolah (KRS) yang akan menjalankan kegiatan rutin setiap minggu. Tim pengabdi juga merekomendasikan pengembangan modul berjenjang untuk jenjang kelas yang lebih rendah, kemitraan strategis dengan dinas pendidikan, serta penyelenggaraan kompetisi coding tingkat sekolah dasar se-Yogyakarta.
“Workshop ini tidak hanya menumbuhkan minat siswa terhadap teknologi, tetapi juga meningkatkan kapasitas guru dalam menyiapkan generasi muda untuk menghadapi revolusi industri 4.0,” ujar perwakilan tim pengabdi. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi sekolah dasar lainnya di Indonesia.
(AM/FV)
(AM/FV)




