Universitas Sanata Dharma meyakini generasi muda punya sumbangsih dalam mewujudkan masa depan bangsa yang cerah. Kampus dengan semboyan cerdas dan humanis ini terpanggil untuk memiliki andil memberikan sumbangan positif untuk pengembangan pikiran, hati, serta kehendak generasi muda, yang bermaksud memberikan gairah kepada mereka untuk membangkitkan potensi serta aktif dan kreatif membangun Indonesia yang plural, demokratis, adil, dan sejahtera. Diharapkan, lulusan universitas ini menjadi lulusan yang utuh dan tajam dalam competence, consciense, serta compassion. Terdapat beberapa pendampingan terstruktur kepada mahasiswa, di antaranya pendampingan akademik dalam proses perkuliahan dan pendampingan non-akademik seperti Inisiasi Sanata Dharma (NSADHA), Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PPKM) 1 dan 2, dan Pendampingan Aktualisasi Diri Integral (PADI).
PPKM 2 merupakan sebuah prosesi dari serangkaian pendampingan terstruktur kepada seluruh mahasiswanya yang dilaksanakan oleh masing-masing fakultas di Universitas Sanata Dharma. Tanggal 15-16 Oktober 2011 merupakan hari pelaksanaan PPKM 2 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) USD. FST menyadari bahwa dunia kerja itu tidak selalu hanya membutuhkan teori atau kemampuan lulusan teknik, akan tetapi juga memperhatikan soft skill dari setiap lulusan. Sebagai model pendampingan mahasiswa yang mengadaptasi The Seven Habits karangan Steven Covey, PPKM 2 dalam kesempatan ini mendampingi mahasiswa untuk menempa kemampuan masing-masing individu untuk berpikir menang-menang, memahami-dipahami, saling bersinergi antar mahasiswa, dan asahlah gergaji seperti pada habit 4,5, 6, dan 7 karangan Steven Covey .
Model PPKM 2 diimplementasikan dengan paradigma Pedagogi Ignasian yang menggunakan alur siklus konteks-pengalaman-refleksi-aksi-evaluasi. Penggalian konteks pada PPKM 2 FST kali ini menggunakan metode pengukuran dengan menggunakan kuesioner terkait dengan karakter, sifat, maupun kebiasaan mahasiswa seperti sudah dibekali pada PPKM 1 yang diharapkan sudah dimiliki oleh mahasiswa. Hal yang diukur meliputi kepercayaan diri, berpikir positif, optimis atau pesimis, sifat ekstrovert atau introvert, serta kecerdasan sosial. PPKM 2 FST tahun 2011 ini memberikan sarana berpengalaman bersama kepada mahasiswanya dengan bentuk kompetitif yang mengolah kerjasama antar mahasiswa demi menggapai cita-cita bersama (kemenangan publik). Perlombaan pembuatan dan peluncuran ROKET AIR menjadi pilihan panitia sebagai sarana mengolah pengalaman.
Pada fase refleksi, PPKM 2 FST mengambil bahan pengalaman mahasiswa ketika berkelompok dan beraktifitas membuat serta meluncurkan Roket Air. Pada pengalaman itu mahasiswa diharapkan beradaptasi dan melebur diri dengan kelompok. Aktivitas ini mengintegrasi 4 kebiasaan yaitu, berpikir menang-menang, berusaha dulu memahami, baru dipahami, bersinergi, dan asahlah gergaji. Pertama, mahasiswa mengembangkan sikap semua orang bisa dan harus diuntungkan, tidak ada yang dirugikan. Mahasiswa diharapkan juga memberi tempat untuk sesama dan mendengarkannya dengan tulus serta sungguh-sungguh. Ketiga, mahasiswa diajak berefleksi mengenai pengalaman pembuatan dan peluncuran roket air dan bagaimana mahasiswa saling bersinergi. Terakhir, mahasiswa berefleksi untuk terus meperbarui diri secara teratur, dan tidak pernah berhenti untuk mengembangkan diri.
Dalam PPKM 2 tahun 2011 ini, FST berhasil meluncurkan 36 Roket Air hasil karya bersama mahasiswa dalam konteks berpengalaman bersama. Hasil peluncuran roket rata-rata mencapai jarak 50 meter. Panitia, DPA, serta CO-fasilitator tidak memberi target kepada mahasiswa untuk jarak hasil luncur Roket Air. Namun, hal yang dipentingkan ialah proses pada pembuatan dan peluncuran Roket Air ini. Diharapkan, pada kesempatan ini mahasiswa berpikir menang-menang, saling bersinergi antar anggota, dan terus mengasah kemampuan. Hasil seperti apapun itu adalah hasil kerjasama. Pegalaman diri serta kebiasaan berefleksi ini diharapkan mampu dibawa oleh mahasiswa dan menjadi bahan berkaca mahasiswa dalam kehidupan nyata sehari-hari. Teruslah berefleksi dan berkembang bersama serta beraksi untuk bangsa Indonesia! (Julius GP)




