
USD – 26 Mei 2025, Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam bidang pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan coding robotik yang ditujukan kepada 42 siswa SMA Dominikus Wonosari. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan dasar di bidang pemrograman dan robotika kompetensi yang semakin penting di era digital saat ini.
Kegiatan ini diprakarsai oleh tim pengabdian masyarakat USD yang terdiri dari empat dosen dengan latar belakang keahlian teknologi dan sains. Ir. Antonius Hendro Noviyanto, M.T. bertindak sebagai ketua pelaksana, didampingi oleh Ir. Agus Siswoyo, M.T., Ir. Eko Arianto, M.T., dan Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami, S.Si., M.Sc. Tak hanya itu, dua mahasiswa dari Program Studi Teknologi Elektromedis turut berperan aktif dalam memberikan pendampingan teknis selama sesi praktik.


Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan dengan konsep dasar pemrograman visual berbasis blok untuk mengendalikan robot sederhana. Sesi pembelajaran disusun dalam tiga tahap utama: penyusunan kode dasar, analisis fungsi sensor, dan penyelesaian tantangan berbasis simulasi dunia nyata. "Kami ingin menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap bidang STEM secara berkelanjutan, serta membangun fondasi talenta digital dari wilayah-wilayah seperti Gunungkidul," jelas Ir. Antonius Hendro.
Kepala SMA Dominikus Wonosari, Dra. Veronika Ari Wijayanti, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi siswa kami. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik, yang memperkaya kurikulum kami dalam hal pembelajaran berbasis proyek,” ujarnya.


Antusiasme para siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam diskusi serta keberhasilan enam kelompok dalam menyusun program yang mampu membuat robot menyelesaikan navigasi dasar dalam waktu kurang dari 90 menit.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan USD dalam pemberdayaan pendidikan daerah. Ke depannya, USD merencanakan ekspansi ke sekolah-sekolah lain di wilayah Gunung kidul, dengan strategi yang mencakup penyusunan modul berbasis kebutuhan lokal, pelatihan guru pendamping, dan kemitraan dengan dinas pendidikan.
USD juga berencana mengembangkan materi ajar berdasarkan umpan balik peserta, termasuk integrasi proyek competitive coding dan eksplorasi kecerdasan buatan (AI) sederhana. Harapannya, program ini dapat menjadi model replikasi nasional dalam penguatan literasi teknologi di wilayah tertinggal.




