
USD – Suasana Auditorium Driyarkara, Kampus II Universitas Sanata Dharma (USD), dipenuhi semangat kebersamaan dan kekayaan budaya pada Sabtu malam 24 Mei 2025, saat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karawitan Marapanjer kembali menggelar Festival Sekar Geni (FSG) 2025. Acara tahunan ini menjadi wadah kolaborasi antara seni musik karawitan dan spiritualitas, dengan menghadirkan delapan tim peserta dari berbagai gereja dan sekolah menengah atas.
Festival Sekar Geni tahun ini diikuti oleh enam gereja dan dua sekolah, yaitu Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran, Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Cangkringan, Gereja Kristen Jawa Gondokusuman, Gereja Katolik Santo Yohanes Chrisostomus Pojok, Gereja Katolik Santo Yohanes Paulus II Brayut, Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Pakem, SMA Kolese De Britto Yogyakarta, dan SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Keikutsertaan dari kalangan sekolah menambah nuansa segar dan memperluas jangkauan kolaboratif dalam festival ini.


Setiap tim membawakan dua lagu dalam format karawitan Jawa, yakni satu lagu wajib berjudul Cahaya Suci dan satu lagu pilihan yang ditentukan oleh masing-masing tim. Seluruh penampilan menyuguhkan kekayaan musikal yang unik, di mana elemen tradisional bertemu dengan nuansa religius, menghasilkan harmoni yang menyentuh baik dari sisi estetika maupun spiritualitas.
Salah satu penampilan yang paling memukau datang dari tim Gereja Katolik Santo Yohanes Chrisostomus Pojok. Dengan penghayatan yang mendalam dan aransemen yang solid, mereka berhasil menyita perhatian penonton. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan penghayatan spiritual dapat berpadu dalam satu persembahan seni yang menyentuh.
Ketua Panitia FSG 2025, Christina Anggun Nugroho, mahasiswa Program Studi Psikologi USD, menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas penyelenggaraan acara tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa seluruh peserta menunjukkan semangat luar biasa dalam menampilkan hasil latihan mereka. Menurutnya, tidak hanya dari pihak gereja, tetapi pihak sekolah juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Bahkan, beberapa sekolah telah menyampaikan minat untuk mengikuti Festival Sekar Geni pada tahun berikutnya.


Festival ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempertemukan komunitas iman dan pendidikan dalam satu panggung budaya. Lebih dari itu, FSG 2025 menguatkan peran seni sebagai media pelestarian budaya serta sebagai sarana pengembangan karakter dan spiritualitas generasi muda. Di tengah gempuran budaya populer, Festival Sekar Geni hadir sebagai ruang yang mempererat relasi antarumat serta memperkaya pemaknaan akan seni dan iman dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan cinta akan budaya, Festival Sekar Geni 2025 berhasil menghadirkan malam yang penuh makna. Melalui suara gamelan dan tembang yang mengalun syahdu, acara ini menegaskan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat istimewa dalam ruang akademik dan spiritual, serta mampu menjadi jembatan penghubung antar komunitas yang berbeda namun sehati.
YWA/Kemahasiswaan
YWA/Kemahasiswaan




