
USD – 27 April 2025, Universitas Sanata Dharma (USD) turut berkontribusi dalam Festival Telaga 2025 yang diselenggarakan di Telaga Dondong, Padukuhan Dondong, Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif warga dan komunitas lokal dalam merawat dan merevitalisasi warisan alam berbasis budaya.
Festival yang mengusung tema “Telaga: Heritage Hidup dan Menghidupi” ini diinisiasi oleh Komunitas Resan Gunungkidul bersama warga setempat, dan melibatkan mahasiswa serta dosen dari Universitas Sanata Dharma sebagai bagian dari proses pembelajaran Mata Kuliah Revitalisasi Kearifan Lokal.
Mata kuliah ini merupakan hasil dari hibah Faculty Development Grant dari United Board yang diterima oleh tim dosen Universitas Sanata Dharma yang terdiri dari Prof. Dra. Novita Dewi, M.S., M.A. (Hons.), Ph.D., Drs. Silverio Raden Lilik Aji Sampurno, M.Hum., A. Prasetyadi, M.Si., Ph.D., Carla Sih Prabandari, Ph.D., dan Fidelis Chosa Kastuhandani, M.Hum., Ph.D.


“Mata Kuliah Revitalisasi Kearifan Lokal adalah mata kuliah baru yang merupakan salah satu luaran dari hibah penelitian Faculty Development Grant yang didanai oleh United Board for Christian Higher Education in Asia yang diterima oleh tim dosen USD,” ungkap Carla Sih Prabandari, Ph.D., salah seorang anggota tim.
Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini turut terlibat langsung dalam berbagai kegiatan festival, mulai dari penanaman pohon, upacara adat Merti Telaga, hingga prosesi ngedrek tradisi menginjak-injak dasar telaga untuk memperlambat resapan air. Keterlibatan ini menjadi pengalaman lapangan yang bermakna bagi para mahasiswa.


“Kami ingin mengenalkan kepada mahahasiswa peserta Matakuliah Revitalisasi Kearifan Lokal, sebagai salah satu bentuk nyata dari upaya masyarakat untuk menjaga lingkungannya,” tambah Drs. Silverio Raden Lilik Aji Sampurno, M.Hum., anggota tim.
Festival Telaga 2025 juga dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang menyampaikan pentingnya merawat telaga sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai ekologis dan sosial tinggi. Prosesi adat, pentas seni warga, serta pasar kuliner lokal turut meramaikan acara yang penuh semangat gotong royong ini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja kolaboratif lintas sektor antara warga, komunitas, dan akademisi. Dengan keterlibatan mahasiswa, Festival Telaga 2025 tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga pembelajaran nyata mengenai pentingnya keberlanjutan lingkungan.
(Penulis: Aura Pallomitha/Humas USD)




